Bacaan: Hakim-Hakim 12 : 1-7
Nats: “Dikerahkanlah orang Efraim, lalu mereka bergerak ke Zafon. Dan mereka berkata kepada Yefta: “Mengapa engkau bergerak untuk memerangi bani Amon dengan tidak memanggil kami untuk maju bersama-sama dengan engkau? Sebab itu kami akan membakar rumahmu bersama-sama kamu!” (Hakim-Hakim 12:1)
Rara dan Riri adalah saudara sekandung. Mereka berdua sering bertengkar. Ayah dan Ibunya sudah sampai kewalahan menghadapi pertengkaran mereka. Setelah diusut ternyata pemicunya adalah Rara merasa iri kepada Riri karena Riri sering mendapat nilai yang bagus di sekolah.
Inilah yang dialami Yefta! Ia diserang oleh saudara sebangsanya sendiri, bani Efraim. Karena bani Efraim merasa iri hati kepada Yefta yang telah mendapatkan kemenangan melawan bani Amon. Mereka merasa iri karena mereka tidak diajak berperang melawan bani Amon sehingga mereka tidak bisa ikut mendapatkan keuntungan berupa uang dan jarahan dari hasil pertempuran.
Teman-teman, iri hati dan dengki tidak akan membawa kita pada akhir yang baik. Rasa iri hati hanya akan menimbulkan kerugian, baik rugi waktu, tenaga dan perasaan. Tuhan menghendaki kita sebagai saudara – kandung maupun bukan – untuk hidup dalam damai dan saling mengasihi. Ingatlah akan Tuhan agar hati kita menjauhi iri hati dan dengki terhadap sesama.

Doaku: “Tuhan ajarkan aku untuk terus berbuat tulus dan selalu mengasihi sesamaku, jauhkan aku dari rasa iri dan dengki kepada sesamaku Tuhan.”