Hati-hati Gunakan Mulutmu Pancaran Air Hidup Junior 19 Juli 2022

Bacaan: Hakim-Hakim 11:30-40
Nats:Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambal berkata: “Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar
kepada Tuhan, dan tidak dapat aku mundur.” (Hakim-Hakim 11:35)

Teman-teman, tahukah kalian arti kata nazar? Jika tidak tahu, pinjamlah HP orang tuamu atau saudaramu, lalu carilah arti kata nazar. Jika sudah ketemu, tulislah arti kata nazar pada selembar kertas:

__________________________________________________
__________________________________________________

 

Nah…..pada bacaan kita hari ini diceritakan nazar Yefta kepada Tuhan. Jika ia menang melawan bani Amon, hal pertama yang ia temui di rumah akan dipersembahkan sebagai kurban bakaran bagi Allah (ayat 30-31). Pada saat mengucapkan nazar, Yefta sama sekali tidak berfikir bahwa anak perempuan satu-satunya akan menjumpainya ketika ia pulang dari perang.. Dalam bayangannya, hal pertama yang akan ia temui adalah hewan ternak seperti domba dan kambing. Tetapi hatinya hancur saat ia kembali ke Mizpa karena ternyata anak gadis satu-satunyalah yang menyambutnya dengan tarian dan rebana.

Teman-teman…..melalui bacaan ini kita diajak untuk berhati-hati dalam berjanji karena apa yang kita ucapkan harus dipenuhi atau ditepati. Jika tidak ditepati berarti kita telah berbohong. Dengan menjaga ucapan kita, maka kita dapat menghindari menyakiti hati sesama kita, terlebih hati Tuhan.

Doaku:Tuhan ampuni aku jika selama ini setiap ucapan atau tutur kataku menyakiti hati orang-orang di sekitar ku terlebih menyakiti hati Mu. Ajari aku Tuhan untuk lebih berhati-hati dalam berucap, Amin .

 

Bagikan Entri Ini: