Tidak Mendendam Pancaran Air Hidup Junior 18 Juli 2022

Bacaan: Hakim-Hakim 11:1-11
Nats:Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya : “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.” (Hakim-Hakim 11:2b)

Ketika Yefta tinggal di Tob, negeri Israel diserang bani Amon. Rupanya orang-orang Israel membutuhkan pemimpin untuk melawan bani Amon, lalu para tua-tua Gilead menemui Yefta untuk menjadi pemimpin. Apakah Yefta menolak karena ia tidak disukai oleh saudara-saudaranya? Ternyata Yefta mau menerima tugas menjadi pemimpin bangsa Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Yefta tidak dendam dengan saudara-saudaranya yang telah mengusirnya. Justru sebaliknya, ia mau melindungi saudara-saudaranya dengan menjadi pemimpin banyak Isarel. Tentu membutuhkan perjuangan untuk tidak menaruh dendam pada orang yang telah menyakiti kita. Tetapi hari ini kita dapat belajar dari jiwa besar Yefta yang mau memaafkan saudara-saudaranya.

TEMAN-TEMAN, JIKA KAMU MEMPUNYAI SAUDARA, PASTI KAMU JUGA PERNAH BERSELISIH PENDAPAT DENGANNYA.
NAH…SEKARANG TULISLAH HAL APA SAJA YANG MEMBUATMU BERTENGKAR DENGAN SAUDARAMU DAN BERAPA SERING KAMU MEMAAFKAN PERBUATANNYA.

Doaku: “Tuhan terimakasih karena Engkau memberi aku pelajaran melalui firman Tuhan hari ini agar mau memaafkan saudaraku yang telah menyakitiku, Amin.”

 

Bagikan Entri Ini: