Mengaku Salah itu Perlu Pancaran Air Hidup Junior 17 Juli 2022

Bacaan: Hakim-Hakim 10:6-18
Nats:…Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah mereka, lalu mereka beribadah kepada Tuhan. Maka Tuhan tidak dapat lagi menahan hatiNya melihat kesukaran mereka…” (Hakim-Hakim 10:16)

“Lhoo, vas bunga ibu kok pecah? Hayo siapa ini yang menjatuhkan vas bunga ibu?” Seru ibu kepada kakak dan adik yang berada di ruang tv. Tapi kakak dan adik tidak ada yang mengaku karena mereka takut ibu akan marah. Karena ibu terus bertanya akhirnya adik mengaku bahwa dia yang telah memecahkan vas bunga kesayangan ibu.

Bangsa Israel pun juga pernah melakukan kesalahan. Mereka melakukan hal yang jahat di mata Tuhan dengan beribadah kepada allah asing dan kemudian ditindas bani Amon selama 18 tahun. Dalam penderitaannya itu, bangsa Israel menyadari kesalahan mereka dan beribadah lagi kepada Tuhan. Melihat bangsa Israel yang dalam penderitaan, Tuhan tidak tega untuk tidak menolong.

Teman-Teman, tentu dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan kesalahan baik itu kepada teman, orang tua atau bahkan kepada Tuhan. Melakukan suatu kesalahan itu adalah hal yang wajar tetapi yang penting adalah apa yang kita setelah melakukan kesalahan? Maukah kita mengakui kesalahan kita dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

TULISLAH PADA SELEMBAR KERTAS KESALAHAN APA YANG KALIAN LAKUKAN DAN BELUM BERANI UNTUK MENGAKUINYA

Doaku:Tuhan ajari aku untuk selalu berani mengakui kesalahan ku dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

 

Bagikan Entri Ini: