Maha Karya Terbesar di Dunia Khotbah Minggu 28 Desember 2025

15 December 2025

Minggu Natal 1
Stola Putih

Bacaan 1: Yesaya 63 : 7 – 9
Mazmur: Mazmur 148
Bacaan 2: Ibrani 2 : 10 – 18
Bacaan 3: Matius 2 : 13 – 23

Tema Liturgis: Memilih Kehidupan di Tengah Budaya Kematian
Tema Khotbah: Maha Karya Terbesar di Dunia

Penjelasan Teks Bacaan:
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)

Yesaya 63 : 7 – 9
Yesaya 63:7-9 adalah bagian dari Yesaya 63:7-14 yang merupakan sebuah mazmur pengharapan akan berakhirnya pembuangan Israel. Yesaya mengingatkan sejarah Israel, bagaimana kasih Allah atas bangsa Israel begitu besar hingga Ia mengampuni dosa Israel, bangsa yang tegar tengkuk dan menyelamatkannya.

Yesaya menekankan bagaimana kasih setia Allah kepada bangsa Israel telah dilakukan sejak masa lampau. Hal tersebutnya mesti senantiasa diingat dan menjadi hal yang membesarkan hati bangsa Israel supaya mereka tetap berpengharapan dan tidak berputus asa. Perbuatan Allah itu selalu dilandasi oleh kasih sayang dan kasih setia-Nya yang begitu besar (Ay. 7). Firman Allah mengatakan bahwa Israel adalah umat-Nya. Ini terbukti karena Allahlah yang mengangkat dan menggendong mereka (Ay. 9). Bahkan ketika mereka memberontak, Allah sendiri bertindak menyelamatkan dan menebus mereka dengan kasih setia dan belas kasihan-Nya.

Yesaya menegaskan ulang kepada umat Allah bahwa mereka memperoleh keselamatan bukan karena perbuatan baik mereka melainkan karena kasih setia Allah yang besar. Penegasan Yesaya kepada umat Israel ”semua karena kasih setia Allah” juga akan berlaku dalam kehidupan orang beriman sepanjang masa. Semua orang beriman meyakini kasih Allah sungguh besar kepada manusia. Hal ini adalah  wujud kepedulian Allah kepada manusia, untuk menyelamatkan manusia dari cengkeraman dosa. Uniknya, penyelamatan Allah ini tidak dilakukan oleh duta atau utusan-Nya melainkan oleh diri-Nya sendiri (Ay. 9).

Ibrani 2 : 10 – 18
Rasul Paulus memberi penjelasan bahwa kasih Allah kepada manusia mengambil jalan penderitaan melalui salib. Melalui salib itulah aib salib dipulihkan. Melalui penderitaan salib, penderitaan Yesus disempurnakan menjadi kemuliaan karena kasih Allah yang nyata kepada manusia kini dipahami dan dikenal. Yesus Kristus harus menderita, mati, dan dibangkitkan, sehingga manusia diselamatkan melalui semua penderitaan-Nya. Memang sudah sepatutnya Allah berkehendak atas segala sesuatu, berdaulat penuh atas maksud-Nya sendiri,  membuat Yesus penyelamat yang sempurna melalui penderitaan-Nya (Ay. 10).

Kemuliaan Yesus itulah yang kemudian dielu-elukan oleh orang beriman, karena  Allah telah merendahkan diri-Nya dalam keadaan setara dengan manusia. Allah menganggap manusia ‘saudara’ karena kasih-Nya yang sungguh besar. Sehingga Ia memiliki rencana besar untuk menyelamatkan manusia yang hakekatnya ‘musnah’ karena terdiri atas darah dan daging. Itulah sebabnya Allah karena kasih-Nya kepada manusia, Ia menjadi darah dan daging dalam Yesus Kristus, supaya maut yang memusnahkan manusia, yang adalah kuasa Iblis (Ay. 15) dapat dikalahkan. Dengan demikian manusia dapat dibebaskan dari perhambaan dosa. Hanya melalui imam besar Agung, Yesus Kristuslah manusia diperdamaikan oleh Allah.

Matius 2 : 13 – 23
Upaya Herodes untuk membunuh Yesus serta bagaimana Allah melindungi Sang Bayi menunjukkan bagaimana Allah berkuasa dan kehendak-Nya  dinyatakan. Allah jelas menuntun dan melindungi umat yang dikasihi-Nya, yang taat kepada-Nya. Allah melindungi Yusuf dan Maria serta anak mereka, namun Allah membutuhkan kerjasama, yakni ketaatan mereka (Ay. 13, 19-20, 22). Ini berarti, perlindungan dan berkat penyertaan Allah mengikuti ketaatan umat. Karena taat kepada Allah, Yusuf dan Maria pergi ke Mesir dan meninggalkan negeri mereka (Ay. 14). Yesus mengawali hidup-Nya sebagai seorang pengungsi dan orang asing di negeri orang (Ay. 14-15). Perlindungan dan pemeliharaan Allah nyata diperlukan Yusuf dan Maria, sebab Herodes telah membunuh anak-anak di Betlehem, karena frustasi tidak menjumpai bayi Yesus. Betlehem menjadi saksi penyelamatan bayi Yesus dari kekuasaan jahat.

Dari dua peringatan yang diberikan oleh Allah (Ay. 2, 22) kita mengetahui Allah senantiasa menjaga dan melindungi orang yang dikasihi-Nya dan Ia mengetahui cara yang terbaik untuk menggagalkan rencana orang jahat dan menyelamatkan orang-orang yang setia kepada-Nya dari tangan orang yang hendak mencelakakan mereka (Ay. 22).                 

Benang Merah Tiga Bacaan:
Dari ketiga bacaan di atas dapat ditarik benang merah bahwa Allah begitu mengasihi manusia yang berdosa. Kasih Allah yang besar atas diri manusia itu nyata, Allah tidak mengirimkan utusan untuk menyelamatkan manusia tetapi Ia datang ke dunia melalui kehadiran Yesus Kristus Sang Firman hidup. Yesus adalah  diri Allah sendiri. Kasih dan keselamatan-Nya semakin nyata dirasakan oleh orang-orang yang taat kepada-Nya.

 

Rancangan Khotbah: Bahasa Indonesia
(Ini hanyalah sebuah rancangan khotbah, silakan dikembangkan sesuai dengan konteks jemaat masing-masing)

Pendahuluan
Kita tentu mengingat bagaimana peran vaksin menyelamatkan nyawa seseorang pada masa pandemi Covid-19. Ugur Sahin dan Ozlem Tureci adalah pasangan suami istri penemu vaksin Pfizer. Prof. Sahin dan istrinya Dr. Tureci berasal dari keluarga imigran Turki yang bermigrasi ke Jerman. Sahin adalah CEO perusahaan farmasi BioNTech. Pembuatan vaksin Pfizer dimulai pada Januari 2020, ketika profesor Sahin membaca jurnal ilmiah tentang merebaknya virus Corona baru (Covid-19) di Wuhan, China. Prof Sahin pun langsung membuat tim yang terdiri dari 500 orang untuk melakukan penelitian dan percobaan untuk dapat mengalahkan virus Covid-19 yang mematikan tersebut. Setelah diteliti ternyata obat mRNA anti kanker bisa menjadi basis vaksin Corona. Setelah melalui hasil uji coba vaksin Pfizer menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dapat memicu tubuh menghasilkan antibodi melawan Covid-19 dengan efektivitas 90%. Tahun 2021 vaksin Pfizer diproduksi massal dan mampu menyelamatkan banyak manusia.

Vaksin Pfizer adalah salah satu mahakarya besar yang membawa manfaat bagi kehidupan manusia di masa krisis kemanusiaan (pandemi). Kita menyadari karya-karya besar yang diciptakan oleh manusia memerlukan proses yang panjang. Seseorang yang menciptakan karya besar tentu telah berulang kali gagal dalam eksperimennya. Perjuangan diri yang ditempa oleh masalah dan kegagalan membawa pada pengakuan bahwa di balik karya besar yang diakui kebermanfaatannya bagi kehidupan manusia, pasti ada pengorbanan, perjuangan, komitmen, kesetiaan seseorang menjalani panggilannya (passion).

Isi
Pada bacaan kita, Yesaya 63:7-9 kita bisa melihat bagaimana rencana keselamatan Allah kepada bangsa Israel tetap dinyatakan meskipun bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Allah memberikan penegasan bahwa Ia tetap mengasihi dan menyelamatkan bangsa Israel dan umat manusia yang taat dan setia kepada Allah. Artinya Allah memiliki komitmen besar untuk menyelamatkan umat-Nya dari cengkraman dosa yang mengakibatkan kematian. Allah hadir sendiri di dunia menyelamatkan manusia (Ay. 9). Berdasarkan firman Tuhan tersebut, kita bisa memahami bagaimana hakikat Allah yang adalah kasih, Allah yang senantiasa setia pada janji-Nya. Oleh sebab itu, hendaknya kita juga senantiasa memegang teguh iman kita, tidak meragukan kasih dan kepedulian Allah. Mengapa? Karena nyatanya Allah tidak hanya berfirman melalui nubuatan para nabi, tetapi Ia juga menggenapi nubuatan para nabi yang menjadi utusan-Nya. Ia hadir di dunia, firman-Nya menjelma sebagai bayi natal di dalam diri Yesus.

Penggenapan kasih Allah nyata dalam misi penyelamatan manusia berdosa, bisa kita lihat jelas pada Matius 2:13-23. Kelahiran Yesus yang membawa misi penyelamatan Allah, nyatanya menemui tantangan. Namun, Allah kembali hadir melalui penyertaan dan penyelamatan keluarga Yusuf yang sedang membutuhkan pertolongan karena ancaman pembunuhan bayi Yesus. Sekali lagi, Allah tidak pernah membiarkan rencana-Nya digagalkan oleh manusia bahkan manusia yang memiliki kekuasaan hebat sekalipun. Yesus yang lahir di dunia terus bertumbuh menjadi anak-remaja dan sampai dewasa untuk menggenapi rencana Allah, yaitu menyelamatkan manusia. Inilah karya Allah yang bisa kita rasakan dan kita pahami saat ini sebagai umat-Nya dalam suasana Natal.

Saat ini, kita berbahagia karena kasih Allah nyata dalam kelahiran Yesus. Akan tetapi dalam suasana ibadah dan perayaan natal kita, di sekitar kita, di dalam kehidupan keluarga, maupun gereja kita, kita sadar masih ada tantangan, ujian, dan cobaan. Ujian dan tantangan itu wujudnya bermacam-macam, bisa berupa bencana alam, kemiskinan, sakit penyakit, konflik-pertengkaran, ancaman keamanan atau perang, dlsb. Menghadapi situasi seperti ini, bagaimanakah sikap kita? Apakah kita akan takut dan menyerah? Atau kita akan berserah kepada Tuhan, sambil terus berusaha sembari kita juga membuat diri kita peka, bahwa Tuhan sedang menyiapkan karya-Nya sebagai solusi atas semua ujian dan tantangan itu. Ia pasti hadir, menolong kita.

Sebagai orang Kristen kita percaya bahwa Allah setia dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Allah telah merendahkan diri-Nya dan meninggalkan kemuliaan-Nya di surga untuk menyelamatkan manusia di dunia. Bahkan manusia berdosa yang mau datang kepada-Nya disebutnya sebagai anak dan saudara-Nya. Allah melalui Yesus, rela menderita dan mati karena rencana keselamatan manusia harus digenapi. Itulah yang kemudian, Natal menjadi awal mula yang penting dalam rencana besar akan keselamatan manusia itu. Yesus yang menggenapi rencana Allah ini patut untuk senantiasa dielu-elukan dan dimuliakan.

Penutup
Marilah dalam suasana Natal ini, kita senantiasa terus merasakan karya Tuhan yang menyelamatkan manusia. Kita harus menyadari dan siap dipakai Allah untuk menggenapi rencana dan karya agung-Nya. Sebagaimana para penemu vaksin yang dipakai Allah untuk menyelamatkan manusia, maka kita pun dipanggil untuk menjadi berkat, bahkan menyelamatkan orang-orang melalui hal-hal yang mungkin kecil dan sepele, namun sangat bermanfaat membangun hidup seseorang. Kiranya kelahiran Tuhan Yesus dan sukacita natal ini memampukan kita untuk meneruskan karya besar Allah kepada dunia. Kiranya Roh Kudus menyertai dan memampukan kita. Amin. [bk].

 

Pujian: KJ. 100  Muliakanlah

 

Rancangan Khotbah: Basa Jawi
(Punika namung rancangan khotbah, saged dipun kembangaken miturut konteks pasamuwan piyambak)

Pambuka
Kita mesthi enget vaksin ingkang saged ndadosaken tiyang kathah pikantuk kawilujengan nalika pagebluk Covid-19. Ugur Sahin lan Ozlem Tureci inggih punika pasangan ilmuwan ingkang manggihaken vaksin Pfizer. Prof. Sahin lan semahipun Dr. Tureci punika sejatosipun imigran saking Turki ingkang pindah dhateng Jerman. Sahin piyambak mimpin perusahaan farmasi BioNTech. Vaksin Pfizer dipun damel wiwit Januari tahun 2020, nalika professor Sahin maos jurnal ilmiah bab virus Corona Enggal (Covid 19) ingkang tuwuh ing Wuhan, China. Profesor Sahin lajeng damel tim ingkang anggotanipun 500 tiyang kagem nindakaken penelitian lan uji coba supados saged ngawonaken virus Covid-19. Saksampunipun dipun tliti, obat mRNA anti kanker saged dados dasar kangge vaksin Corona punika. Lajeng dipun ujicoba lan asilipun vaksin Pfizer saged ngasilaken antibodi ingkang saged nglawan virus Covid-19 ingkang efektivitasipun 90%. Tahun 2021 vaksin Pfizer punika dipun produksi massal lan saged paring kawilujengan tumrap tiyang kathah.

Vaksin Pfizer punika salah satunggaling asil pakaryan ageng ingkang mbekta manfaat tumrap gesangipun manungsa ing mangsa krisis pandemi. Kita sadar bilih pakaryan-pakaryan ageng ingkang dipun damel manungsa punika mbetahaken proses ingkang dangu. Manungsa saged ndamel pakaryan ageng punika tamtu sampun nglampahi kalepatan lan kegagalan ingkang kathah ing penelitianipun. Perjuangan dhiri ingkang dipun uji kaliyan pambengan lan kegagalan punika ingkang mbekta dhateng pangaken bilih ing wingkingipun pakaryan ageng ingkang dipun akeni kathah manfaatipun tumrap manungsa punika wonten pangorbanan, perjuangan, komitmen, kasetyan tiyang ingkang nglampahi timbalan gesangipun.

Isi
Ing waosan kita Yesaya 63:7-9, kita saged ningali rancangan kawilujenganipun Gusti Allah tumrap bangsa Israel ingkang tetep kawujud sanadyan bangsa Israel punika bangsa ingkang  wangkot. Gusti Allah negesaken bilih Panjenenganipun tetep nresnani lan paring kawilujengan tumrap bangsa Israel lan sedaya manungsa ingkang mbangun turut lan setya dhumateng Panjenenganipun. Tegesipun, Gusti Allah kagungan tekad ingkang ageng paring kawilujengan tumrap umat-Ipun, ngluwari saking dosa pepeteng.

Gusti Allah badhe rawuh piyambak ing jagad punika saperlu milujengaken manungsa, mboten lumantar utusan (Ay. 9). Saking pangandikanipun Gusti Allah punika, kita saged mangertosi bilih Gusti Allah punika sejatosipun tresna lan welas asih sarta netepi janji-Nipun. Pramila, umat kagungan-Ipun kedah tetep kiyat anggenipun pitados lan mboten mangu-mangu tumrap katresnanipun Gusti Allah. Punapa sebabipun? Amargi kasunyatanipun Gusti Allah mboten namung ngendika lumantar para nabi kemawon, ananging Gusti Allah ugi karsa netepi pamecanipun para nabi ingkang dados utusan-Ipun. Gusti Allah karsa rawuh nyata ing jagad punika, Sabdanipun manjalma ing bayi natal, wonten ing Gusti Yesus Kristus.

Katresnanipun Gusti Allah ingkang dipun tetepi ing misi kawilujengan tumrap tiyang dosa saged kita tingali wonten Matius 2:13-23. Wiyosipun Gusti Yesus ingkang mbekta misi kawilujengan tumrap tiyang dosa nyatanipun manggihi pambengan. Ananging, Gusti Allah rawuh malih nganthi brayatipun Yusuf ingkang mbetahaken pitulungan, awit wonten ancaman tumrap bayi Yesus. Sepindah malih, Gusti Allah mboten nate negakaken lan rancangan-Ipun mboten badhe gagal kaliyan panguwasanipun manungsa. Bayi Yesus ingkang sampun wiyos ing jagad badhe terus tuwuh dados lare, remaja lan diwasa netepi rancanganipun Gusti Allah, inggih punika kawilujengan gesangipun manungsa. Punika ingkang dados pakaryan agung ingkang dipun tindakaken Gusti Allah ingkang sapunika kita raosaken lan kita pengeti ing mangsa lan swasana Natal.

Sapunika kita saged ngraosaken kabingahan awit katresnanipun Gusti Allah nyata ing wiyosipun Yesus ing wanci Natal punika.  Ananging, ing pangabekti lan riyadin natal kita, wonten satengahing brayat lan greja, kita sadar bilih taksih wonten pambengan, ujian, lan pacoben gesang. Ujian lan pambengan punika wujudipun macem-macem. Saged arupi bencana alam, sekeng, sakit, ngalami konflik lan padu, ancaman keamanan, perang lsp. Ngadhepi prekawis ingkang kados punika, lajeng kados pundi sikep kita? Punapa kita ajrih lan nyerah? Punapa kita badhe pasrah dhumateng Gusti Allah sinambi kita terus mbudidaya gesang kita? Kita kedah pitados bilih Gusti Allah nyawisaken rancangan agung ingkang dados solusi jitu tumrap sedaya pambengan ing kita adhepi. Panjenenganipun saestu rawuh, paring pitulungan, lan ngluwari pambengan gesang kita.

Minangka tiyang Kristen kita pitados bilih Gusti Allah punika setya lan mboten badhe negakaken kita. Gusti Allah sampun ngasoraken Sariranipun lan nilar kamulyan-Ipun wonten Swarga kagem milujengaken manungsa ing jagad punika. Ewadene, manungsa dosa ingkang sedya sowan dhumateng Panjenenganipun dipun sebat anak lan sedulur. Gusti Allah lumantar Gusti Yesus putran-Ipun karsa nandhang sangsara lan seda sinalib amargi rancangan agung kagem kawilujenganipun manungsa kedah dipun tetepi.

Punika ingkang dadosaken Natal punika mulabikanipun rancangan kawilujengan ingkang penting sanget ing rancangan agung Gusti Allah tumrap manungsa. Gusti  Yesus kedah dipun sambut kanthi sorak-sorak lan dipun mulyakaken awit Panjenenganipun tansah netepi rancangan agung saking Gusti Allah.

Panutup
Sumangga ing swasana Natal punika kita tansah ngraos-raosaken rancangan lan pakaryan agung saking Gusti Allah tumrap kawilujengan gesang kita. Kita sami sadar lan siap bilih sinten kemawon saged dipun agem kaliyan Gusti Allah kagem netepi rancangan lan pakaryan agung-Ipun. Kados dene para ilmuwan ingkang sampun dados penemu vaksin kagem milujengaken manungsa,  kita ugi dipun timbali Gusti Allah dados berkah malah dados margining kawilujengan gesang tiyang sanes, sanadyan lumantar pakaryan ingkang alit lan sepele. Mugi wiyosipun Gusti Yesus lan sukabingah Natal sapunika saged ngiyataken kita nyengkuyung pakaryan agung-Ipun Gusti Allah kalampahan ing jagad. Mugi Sang Roh Suci tansah nganthi lan mitulungi kita. Amin. [bk].

 

Pamuji: KPJ. 232  Kamulyakna

Renungan Harian

Renungan Harian Anak