Perjamuan Kudus Adven / Minggu Adven I
Stola Putih
Bacaan 1: Yeremia 33:14-16
Bacaan 2: I Tes 3:9-13
Bacaan 3: Lukas 21:25-36
Tema Liturgis : Terimalah anugerah Allah segera datang
Tema Khotbah: Menunggu kedatangan Tuhan dengan terjaga
KETERANGAN BACAAN
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)
Yeremia 33:14-16
Yeremia 33 berisi nubuat nabi Yeremia tentang pemulihan bangsa Yehuda di masa depan. Yeremia menubuatkan bahwa pemulihan orang Yahudi dari Babel yang akan terjadi pada waktu dekat. Beberapa pendapat dalam menafsirkan Yeremia 33 ini dikaitkan dengan kedatangan Sang Mesias di masa yang akan datang tentang Kristus akan memerintah atas umat-Nya. Allah melalui Yeremia memberikan semangat kepada kaum Yehuda yang dalam pembuangan bahwa mereka akan memiliki masa depan yang penuh harapan. Sebuah harapan bahwa umat pilihan Allah tidak akan musnah dan melalui mereka Allah akan melaksanakan kehendak-Nya bagi dunia.
Janji yang diberikan Allah kepada Yehuda adalah perdamaian, kemakmuran, dan kehidupan rohani yang bertumbuh. Janji Allah ini bukan hanya sekedar jangka pendek tentang dibebaskannya bangsa Yehuda dari Babel saja tetapi janji ini mengandung janji untuk masa depan. Janji ini juga menggambarkan keadaan bangsa Yehuda ketika Sang Mesias yaitu Yesus Kristus akan mendirikan kerajaan-Nya di bumi, yaitu hadirnya damai sejahtera dan sukacita.
Janji Allah tentang pemulihan bangsa Yehuda yang telah di mendapatkan garansi akan ditepati, namun kapan itu pelaksanaannya? Yeremia 29:10-12, waktu yang dinyatakan Allah bagi Yehuda adalah tujuh puluh tahun, mungkin itu adalah waktu yang sangat lama dimana telah berganti generasi hingga 3 generasi. Meskipun demikian bangsa Israel diharapkan percaya sebab rancangan Allah adalah damai sejahtera.
Janji pembebasan yang diikuti dengan munculnya istilah tunas Daud ( ay 15) memberikan gambaran bahwa yang akan membawa perubahan atas kehidupan bangsa Yehuda adalah dari keturunan Daud. Yesus Kristus adalah keturunan Daud dari garis bapaknya Yusuf. Dialah yang akan membawa damai sejahtera dan keadilan bagi Yehuda.
I Tesalonika 3:9-13
Surat Paulus Yang Pertama Kepada Jemaat di Tesalonika ini memiliki tujuan untuk menguatkan para pengikut Kristus di Tesalonika dan sekitarnya. Timotius telah mengirimkan berita kepada Paulus tentang jemaat yang ada di Tesalonika, Paulus sungguh bersyukur atas berita yang diterimanya tentang iman dan kasih jemaat yang ada di Tesalonika. Ada beberapa pertanyaan berkaitan dengan ajaran Paulus tentang Yesus Kristus antara lain adalah tentang :
- Bagaimana jika ada orang Kristen meninggal sebelum Kristus datang kembali, apakah orang itu menerima hidup yang kekal?
- Tentang waktu kedatangan Kristus kembali?
Dalam surat Tesalonika I ini, Paulus mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dalam bacaan kita yang kedua ini Paulus menasihati jemaat di Tesalonika agar mereka terus melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan baik sambil menantikan kedatangan Kristus dengan penuh harapan. Agar mereka tidak kedapatan bercacat dan bercela pada kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Jika bacaan ini di teruskan maka akan nampak bagimana jawaban Paulus akan kedatangan Tuhan dan nasehatnya agar jemaat berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Tuhan.
Lukas 21:25-36
Kedatangan Kristus yang kedua kalinya tidak datang tiba-tiba tetapi didahului dengan tanda-tanda. Tanda-tanda yang disebutkan dalam ayat 25-26 akan membuat bangsa-bangsa takut dan bingung. Tanda-tanda yang disebutkan mungkin sudah banyak terjadi. Kita diharapkan tidak menyikapinya dengan kecemasan dan ketakutan, tetapi sebaliknya seperti disebutkan dalam ayat 28 “Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat”. Maksudnya adalah dalam keadaan yang bagaimanapun kita tidak boleh menjadi lemah, sebaliknya semakin berani hidup sesuai dengan Firman Allah.
Perumpamaan pohon ara yang disebutkan dalam ayat 29-31, adalah Mengapa pohon ara yang dipilih sebab perumpamaan dengan menggunakan media ini yang mudah dimengerti oleh pembaca dalam konteks wilayah saat itu. Pohon ara daunnya akan bertumbuh dengan baik di musim panas. Daun pohon ara akan gugur daunnya pada waktu mendekati musim dingin. Karakter pohon ara sangat berbeda dengan tanaman yang lain sehingga mudah dijadikan penanda. Misalnya, pada waktu pohon almond sudah mulai berbunga, pohon ara masih bertahan dengan cabang-cabang yang tanpa daun sampai di awal musim panas. Kemudian getah tumbuh-tumbuhan itu mulai mengalir, kuncup-kuncup semakin besar dan dalam beberapa hari muncul daun-daun muda. Dengan kondisi pohon ara seperti itu, ini bisa menjadi penanda bahwa bahaya dari embun beku malam yang mematikan telah berlalu dan musim panas telah tiba.
Dengan kata “…jika kamu melihat…”(ay 31), maka kita diminta waspada dengan menggunakan indera kita. Yesus dapat mengenali pohon ara sebagai penanda datangnya musim panas karena inderanya telah terlatih sejak kecil. Maka kita juga harus menggunakan indera kita pemberian Allah supaya kita menjadi waspada dan bisa berjaga-jaga dengan baik. Supaya hari Tuhan jangan datang dengan tiba-tiba pada diri kita (ay 34). Ketajaman indera kita bisa diperoleh dengan latihan dengan baik supaya kita bisa melihat kehadiran Allah dalam diri kita dengan baik. Yesus meminta kita melakukannya dengan sambil berdoa. Berdoa dan berjaga-jaga adalah latihan rohani yang baik untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam diri kita. Dengan kesadaran penuh akan kehadiran Allah ini maka kita akan menantikan kedatangan Tuhan dengan sukacita bukan dengan kecemasan.
Benang Merah Tiga Bacaan
Menyambut kedatangan Allah pada minggu Adven pertama dengan semangat bahwa Allah pasti datang. Untuk itu kita harus berjaga-jaga dengan sukacita, hidup berkenan kepada Allah.
RANCANGAN KOTBAH: Bahasa Indonesia
(Ini hanya sebuah rancangan, sila dikembangkan sendiri sesuai konteks jemaat)
Pendahuluan
Ada sebuah dongeng anak-anak yang sangat terkenal yaitu kisah kura-kura dan kelinci balapan lari. Begini kisahnya : Seekor kelinci menertawakan kura-kura karena bergerak terlalu lambat.”kapankah kamu tiba di tujuanmu?” kata sang Kelinci sambil tertawa.”Ya,” jawab sang Kura-kura, “dan Saya selalu tiba lebih cepat dari yang pernah kamu bayangkan. “Mari kita berlomba dan membuktikan siapa yang lebih cepat.”jawab kura-kura
Dengan senang hati kelinci menerima tantangan Kura-kura. Sebagai wasit ditunjuklah seekor Rubah. Dalam hitungan ketiga lomba dimulai, Kelinci berlari dengan cepatnya hingga hampir tidak terlihat lagi, dan untuk membuat sang Kura-kura merasa lebih bodoh karena memberikan tantangan lomba melawan sang Kelinci. Kelinci berlari sambil tertawa geli dan sesekali menoleh ke belakang melihat secepat apa kura-kura.
Di tengah jalan kelinci berguman :”Ah, lambat sekali kura-kura. Aku akan tidur sebentar. Tidak mungkin kura-kura lambat itu memenangkan pertandingan ini.” Sementara itu sang Kura-kura tetap berjalan perlahan, sedikit demi sedikit, dan melewati tempat di mana sang Kelinci tidur. Saat sang Kura-kura mendekati garis finish, sang Kelinci terbangun dan kaget lalu berlari sekencang-kencangnya menuju garis finish. Tetapi apa daya, walaupun sang Kelinci berlari sekuat tenaga Ia tidak dapat mengalahkan sang Kura-kura yang telah mencapai finish terlebih dahulu.
Kelinci meremehkan kura-kura dan sembrono dalam menjalani pertandingan, maka ia menerima kekalahan yang sangat memalukan dlam pertandingan lari dengan kura-kura.
Isi
Pelajaran apa yang bisa kita petik dari dongeng di atas? seandainya kelinci tidak tidur terlelap saat menunggu kura-kura berjalan dalam lomba lari maka ia tak perlu menerima kekalahan yang sangat memalukan. Demikian dengan kita semua yang menantikan kedatangan Tuhan. Kita tidak menantikannya dengan sembrono tetapi dengan terjaga. Ketika kita terjaga maka seluruh syaraf kita dalam keadaan aktif untuk merespon keadaan tetapi jika kita dalam keadaan lengah. Mengantuk atau bahkan terlelap maka kita tidak akan dapat merespon situasi dengan baik.
Yesus memberikan pengajaran agar kita semua menanti kedatangan Tuhan dengan keadaan terjaga. Beliau meminta kita untuk melihat atau memperhatikan (Lukas 21:30) tanda-tanda zaman sebagai tanda kedatangan Tuhan. Itu hanya mungkin di lakukan jika kita dalam keadaan mawas diri yang baik. Pulus dalam harapannya dan doanya untuk jemaat di Tesalonika menjelaskan bagaimana seharusnya jemaat di Tesalonika hidup. Paulus berharap agar jemaat di Tesalonika dapat hidup saling mengasihi bahkan mengasihi orang banyak. Agar mereka juga menjadi kuat dan tidak bercacat cela pada kedatangan Tuhan. Ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk mendukung agar kita tetap terjaga dalam masa menantikan kedatangan Tuhan.
Sikap terjaga kita ini menunjukkan kita percaya terhadap :
- Janji Tuhan akan kedatangan-Nya kembali pasti akan ditepati. Berita pemulihan yang disampaikan Yeremia memberi semangat kepada setiap jemaat bahwa dalam janji pemulihan ada harapan baru. Demikianlah yang ingin dijelaskan Yeremia kepada kita semua. Kedatangan-Nya itu akan membawa berkat dalam kehidupan kita.
- Kasih Allah. Sikap terjaga dengan baik dalam menjalankan kehidupan sehari-hari juga menunjukkam sikap kita yang menghargai kasih Allah dengan penuh ucapan syukur. Allah mau turun tangan untuk menolong memulihkan hidup kita kepada damai sejahtera. Inisiatif penyelamatan datangnya dari Allah sendiri yang menginginkan keselamatan kita bukan kematian kita dalam dosa. Apa yang kita rasakan jika pemberian kita tidak dihargai orang lain? Mungkin kita akan kecewa bukan ?
Kedatangan Tuhan ini bisa kita pahami dalam tiga pemahaman yaitu :
- Menantikan kedatangan Tuhan sebagai tunas keadilan yang akan mengadili semua manusia di akhir zaman ( masa depan ). Menyambut kedatangan Tuhan seharusnya tidak dengan ketakutan tapi dengan sukacita. Orang yang menantikan kedatangan Tuhan dengan ketakutan, pastinya telah salah mengenali Allah yang penuh kasih sayang pada kita. Ada yang merasa sangat takut tak akan kuat mengalami kehidupan berat zaman akhir seperti yang dikisahkan Lukas. Banyak orang mendatangi seminar akhir zaman agar bisa menang di zaman akhir. Jika kita bersatu dengan Allah maka itu tak perlu ditakutkan.
- Menyambut kedatangan Tuhan sebagai juruselamat dalam diri bayi Yesus yang biasanya kita sebut sebagai natal ( masa lalu). KedatanganTuhan seharusnya disambut dengan sukacita. Sukacita tidak harus dipahami sebagai pestapora, seperti kebanyakan kita semua orang Kristen merayakan kedatangan Tuhan ( natal) dengan pesta pora. Pestapora atas nama menyambut kedatangan Tuhan yang justru kadang dapat memicu perpecahan dalam jemaat karena perbedaan pendapat dalam merayakan natal. Jika itu terjadi maka kita tidak masuk dalam golongan orang yang menyambut kedatangan Tuhan dengan terjaga tetapi terlelap dan lupa ajaran Yesus yang sesungguhnya meminta kita hidup dalam kasih.
- Menyambut kedatangan Tuhan yang memlihara kehidupan kita sehari-hari ( masa kini). Dalam mengahadapi masalah yang berat seperti bangsa Yehuda di pembuangan, terkadang kita tidak dapat melihat kedatangan Allah yang memelihara dan memberi pengharapan dalam diri kita.
Saudara banyak hal yang bisa kita lakukan dalam menyambut kedatangan Tuhan, jika kita merasakan kedatangan Tuhan telah membawa berkat dalam kehidupan kita maka kita bisa berbagi berkat dengan yang lain sehingga janji kedatangan Tuhan yang memulihkan dan memberkati benar-benar terjadi dan dirasakan banyak orang. Sebagai gereja kita juga bisa terjaga bersama-sama dengan menjadi berkat bagi sesama. Darah dan tubuh Yesus yang kita terima hari ini kiranya juga menjadi berkat bagi banyak orang melalui sikap kita yang penuh kasih sayang kepada banyak kehidupan. Dengan mengikuti perjamuan kudus, kita memiliki pengharapan akan kedatangan Allah yang menyelamatkan, kiranya kita juga menjadi pengharapan bagi banyak orang.
Penutup
Godaan yang datang di sekitar kita yang membuat kita terpisah dari kasih Allah terkadang datang tak terkira seperti jalan kura-kura sangat pelan sehingga kelinci tidak bisa mendengar suaranya. Seandainya kelinci terjaga maka kelinci bisa memenangkan perlombaan lari itu dengan mudah. Demikian juga kita, tak ada godaan atau tantangan hidup yang berat yang dapat mengalahkan iman kita jika kita menjadi terjaga dan bersuka cita dalam menantikan kedatangan Tuhan yang memberkati kita. Tetapi jika kita lengah maka godaan itu akan menerkam kita dan memisahkan kita dari kasih Allah. Selamat terjaga dalam menantikan kedatangan Tuhan dengan menjadi berkat
Nyanyian: KJ. 79.
—
RANCANGAN KOTBAH: Basa Jawi
Pambuka
Wonten dongeng anak-anak ingkang sampun kawentar inggih punika cariyos bab kelinci lan kura-kura ingkang balapan mlajeng. Kados makaten cariyosipun : kelinci nggemujeng kura awit kura punika lampahipun rindhik sanget. “kapan kowe tekan kura ?” kelinci nggoda kura kalian nggemujeng. “Yo, lan aku bakal tekan luwih disik tinimbang awakmu, ayo saiki awake dee balapan mlayu, mengko di deleng sapa sing luwih cepet.” Aturipun kura
Kanti bungahipun manah kelinci nampi tantanganipun kura. Lomba dipunwiwiti, kelinci mlajeng kanti sora ngantos sampun mboten saged ketingal ing margi malih. Kosokwangsulipun, keura taksih glenuk glenuk mlampah alon-alon. Kelinci kanti mesam-mesem taksih mlajeng lan kala-kala noleh datheng wingking ningali dumateng kura.
Ing tengah margi, kelinci lajeng mbatin : “ah , kura iki alon banget. Aku tak leren disik ora mungkin kura kuwi menang nglawan akau balap mlayu. Lajeng kelici tilem. Kura taksih mlampah alon-alon ngantos sampun saged nglangkungi kelinci.nalika kura sampuh meh dumugi garis finish, kelinci nembe tangi. Kelinci kaget sanget, lajeng nututi kura. Emanipun mboten nutug lan kura ingkang menang.Kelinci sembrono lan ngremehaken kura ing balap mlajeng, mila kelinci lajeng kawon saking kura ingkang alon lampahipun
Isi
Kita saged sinau punapa saking dongeng punika ? bilih kelinci mboten tilem tamtu kelincisaged menang saking kura kanti gampil. Makaten ugi kita sedaya anggen kita ngrantos rawuhipun Gudsti ugi kedah kita lampahi kanti waspada supados kita mboten kawon saking panggoda, bilih kita ngrantos kanti sare tamtu kita mboten saged ngrespon kawontenan ing sakkiwa tengen kita kanti sae.
Gusti Yesus maringi piwucal ingkang saesupados kita sedaya ngrantos rawuhipun Gusti kanti waspada. Kita dipunsuwun supados niteni dumateng tanda-tanda zaman ingkang dados tanda rawuhipun Gusti ( Lukas 21:30). Makaten kalawu saged dipun lampahi bilih kita sami waspada dumateng gesang kita piyambak-piyambak. Paulus ugi paring dawuh dumatheng pasamuan Tesalonika supados pasamuan Tesalonika gesang kanti kebak ing katresnan lan ugi mbabar tresna dumatheng tiyang kathah. Supados pasamuan saged kiyat lan mboten ketingal cacat nalika Gusti Yesus rawuh. Pamanggih ingkang kados makaten wigati sanget supados kita tansah waspada ing gesang padintenan.
Sikap waspada dumateng gesangipun piyambak punika nedahaken bilih kita sami pitados dumateng :
- Prasetyanipun Gusti Allah bab karawuhanipun tamtu badhe kelampahan. Pawartos karahayon ingkang dipun aturaken dening nabi Yeremia maringi semangat dumatheng pasamuan ing pawartos karahayon punika wonten pangajeng-ajeng ingkang enggal. Makaten ingkang badhe dipunaturaken dening Yeremia bilih rawuhipun Gusti badhe ndawahaken berkah dumatheng gesang kita.
- Katresnanipun Gusti. Sikap waspodo ing gesang padintenan punika murugaken bilih kita pitados kanti atur panuwun dumatheng katresnanipun Gusti Allah. Krana Gusti Allah kersa rawuh cancut taliwondo kangge paring pitulungan dumatheng manungsa ingkang dosa supados nampi karahayon. Bab karahayon punika saestu berkah awit punika inisiatif mijil saking Gusti Allah piyambak ingkang tresna dumatheng kita. Punapa ingkang kita raosaken bilih katresnan kita dipun tampik dening tiyang sanes tamtu kraos sakit.
Rawuhipun Gusti punika saged kita makanai kanti makaten :
- Ngrantos rawuhipun Gusti Yesus ingkang dados tunggakipun keadilan ing pungkasanipun zaman ( Masa depan ). Ngrantos rawuhipun Gusti kedahipun mboten kanti ajrih ananging kanti sukarena, tiyang ingkang ngrantos rawuhipun Gusti kanthi ajrih tamtu mboten tepang kalian katresnanipun Gusti. Raos ajrih punika awit kuatir mboten kiyat nglampahi kawontenan gesang ing pungkasan zaman kados denen ingkang dipun cariyosaken dening Lukas. Kathah tiyang ngrawuhi seminar zaman pungkasan supados saged menang ing pungkasan zaman. Sejatosipun bilih kita nunggil dumatheng Gusti tamtu pungkasan zaman mboten nggegirisi.
- Ngrantos rawuhipun Gusti ing bayi Yesus utawi ingkang dipunwastani natal ( Masa lalu).rawuhipun Gustikedahipun kita lampahi kanti sukarena. Sukarena punika mboten kedah dipun tampi kanti pestapora, kadosdene katah tiyang kristen ingkang ngrayakaken natal kanti meriah lan nelasaken arta katah. Pestapora ingkang kita cawisaken kala-kala malah saged dados tuk ing cecongkrahan ing pasamuan awit benten pendapat. Bilih ingkang kelampahan kados makaten, tegesipun kita mboten waspada, lan kesupen dumatheng dawuhipun Gusti ingkang nedahaken kita gesang kebak ing katresnan.
- Ngrantos rawuhipun Gusti ingkang ngreksa gesang padintenan kita sedaya ( masa kini ). Ing salebebting kita ngadepi pambengan ingkang awrat ing saebeting gesang, kadosdene bangsa Yehuda ing pembuangan. Kala-kala kita mboten saged mirsani kanti cetha rawuhipun Gusti ingkang paring pitulungan.
Para sadherek katah ingkang saged kita tindakaken kangge ngrantos rawuhipun Gusti. Bilih rawuhipun Gusti kita raoskaen ndawahaken berkah ing gesang kita mila kita ugi saged andum berkah dumateng tiyang sanes temah prasetyanipun Gusti bilih kerawuhanipu punika ndadosaken tentrem raharjo saestu kelampahan lantaran kita. GKJW ugi saged dados berkah kangge masyareakat sekitar kanti dados berkah kangge sesami. Rah lan sariranipun Gusti Yesus ingkang kita tampi ing dinten punika kedahipun saged dados berkah kangge tiyang sanes lantaran tumindak kita ingkang kebak ing katresnan. Kanti nderek bujana suci kita nggadahi pangajeng-ajeng bab rawuhipun Gusti ingkang paring karahayon .
Penutup
Panggoda punika duginipun saged kanti mboten dipun nyono-nyono. Kados dene lampahipun kura, alus lan mboten saged kita raosaken sakderengipun bilih punika panggoda. Sakumpami kelinci waspodo tamtu mboten ngantos kawon saking kura. Makaten ugi gesang kita, bilih kita waspada dumateng gesang kita piyambak-piyambak tamtu mboten wonten panggoda lan pambengan gesang ingkang kraos awrat lan saged ngawonaken kapitadosan kita. Ananging nalika kita lena, panggoda menang lan saged misahaken kita saking katresnanipun Gusti Allah.
Pamuji: KPJ. 209.