Meneladani Kristus Sang Raja Khotbah Minggu 25 November 2018

12 November 2018

Penutupan Bulan Budaya / Kristus Raja
Stola 
Putih

 

Bacaan 1         : 2 Samuel 23:1-7
Bacaan 2         : Wahyu 1:4-8
Bacaan 3         : Yohanes 18:33-37

Tema Liturgis  : Membudayakan Perilaku Yang Benar Dan Baik
Tema Khotbah: Meneladani Kristus Sang Raja

 

KETERANGAN BACAAN

2 Samuel 23:1-7

Perikop ini diawali dengan kalimat yang menarik, yaitu “Inilah perkataan Daud yang terakhir”. Dengan kalimat ini nampak penulis Kitab Samuel  ingin menunjukkan ada pesan/wasiat terakhir sebelum Daud meninggal dunia. Isi dari pesan/wasiat terakhir Daud  adalah bahwa ia adalah orang yang diangkat tinggi atau seorang raja yang besar. Selama kehidupannya, Daud menggambarkan dirinya sebagai orang yang melayani Allah sebagai nabi (ayat 2) dan sebagai raja yang memerintah dengan adil dan takut akan Allah (ayat 3), sehingga perjanjian  Allah dengannyakekal. Dari pesan terakhir ini nampak ada harapan agar keturunan Daud, ketika menjadi raja juga melakukan hal yang sama, yakni sebagai raja yang memerintah dengan adil dan takut akan Allah.

Wahyu 1:4-8

Yohanes ingin menekankan keberadaan Yesus Kristus sang Raja yang berkuasa atas raja-raja di bumi. Raja yang telah mewujudnyatakan kasihNya, dengan melepaskan manusia dari dosa,dengan darahNya. Yohanes juga menggambarkan kemenangan kerajaan Allah ketika Kristus datang kembali untuk mendirikan kerajaan-Nya di bumi. Hal ini menggambarkan suatu kemenangan eskatologis bagi orang yang setia. Pemerintahan Kristus kekal. Alfa adalah huruf pertama dari alfabet Yunani dan Omega adalah huruf terakhir. Kristus itu kekal, dari penciptaan sampai akhir zaman.

Yohanes 18:33-37

Pilatus adalah seorang wali negeri. Ia memegang kekuasaan penuh untuk mengawasi seluruh wilayah propinsinya, memegang pimpinan tentara pendudukan yang ditempatkan di Kaisarea. Wali negeri memiliki kuasa penuh atas hidup dan mati seseorang. Ia juga mengangkat para imam besar serta mengawasi Bait Suci dan dana-dananya.Pada bacaan ini dijelasakan bahwa saat itu  Pilatus dapat melihat bahwa Yesus bukan seorang gerilyawan atau pemberontak. Tampaknya Pilatus mendengar dari orang-orang Yahudi bahwa Yesus menganggap diri-Nya raja orang Yahudi, suatu tuduhan yang terkait erat dengan pemberontakan.Ketika ditanya apakah Yesus seorang raja, Yesus mengatakan bahwa KerajaanNya bukan dari dunia ini. Pilatus bukanlah pemimpin yang adil. Meski ia tidak mendapati kesalahan pada dari Tuhan Yesus, namun ia tidak dapat melindungi-Nya. Ia cuci tangan terhadap kasus yang menimpa Tuhan Yesus. Ia bukanlah  pemimpin yang adil.

Benang Merah Tiga Bacaaan

Kristus adalah raja yang memerintah Kerajaan Allah. Kerajaannya bukan dari dunia. Ia adalah raja dari keturunan Daud yang memerintah dengan penuh kasih. Kristus adalah raja dari segala raja. Ia berkuasa atas semua raja-raja di bumi. Ia tidak seperti Pilatus yang memerintah dengan tidak adil.

 

RANCANGAN KHOTBAH: Bahasa Indonesia
(Ini hanya sebuah rancangan. Sila dikembangkan sendiri sesuai konteks jemaat)

Pendahuluan

Seorang pemimpin negara bagaimanakah yang bapak ibu saudara kehendaki? Pemimpin yang melakukan diskriminasi, intoleran, diktator? Atau pemimpin yang adil? Mungkin pilihan jatuh pada seorang pemimpin yang dapat memerintah dengan adil terhadap semua pihak dan golongan apapun. Ada seorang pemimpin tingkat dunia yang bernama Idi Amin (Uganda). Idi Amin yang berkuasa di Uganda pada 1971-1979 mungkin merupakan salah seorang diktator yang paling dibenci di dunia. Idi Amin sempat menjadi koki di Angkatan Darat Inggris pada 1946. Setelah Uganda merdeka, karier militer Amin melesat hingga mencapai pangkat mayor jenderal. Dia berkuasa di Uganda pada 1971 setelah melakukan kudeta yang menggulingkan Presiden Milton Obote. Selama masa kekuasaannya, banyak pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusi) dilakukan Amin. Menurut dunia internasional, 100.000-500.000 orang tewas sepanjang masa kekuasaan Amin. Perilakunya sangat tidak masuk akal, mulai dari memerintahkan tahanan berkelahi menggunakan palu sampai mati, hingga menobatkan diri sebagai Raja Skotlandia. Niat Idi Amin untuk menguasai dengan paksa provinsi Kagera, Tanzania, pada 1978 memicu perang Uganda-Tanzania yang sekaligus mengakhiri delapan tahun kekuasaannya. Amin kemudian mengasingkan diri ke Libya dan Arab Saudi hingga meninggal dunia pada 16 Agustus 2003.(https:internasional.kompas.com). Kira-kira apa yang akan bapak, ibu dan saudara rasakan jika mempunyai pemimpin yang demikian?

Isi

Pemimpin yang kejam, diktator akan menimbulkan suasana menakutkan dalam kehidupan sebuah negara. Adanya pemimin yang kejam, diktator sering kali terulang dalam sejarah kehidupan manusia di dunia. Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh  Idi Amin, masih ada lagi pemimpin negara lain yang melakukan hal yang sama, seperti Hitler, Stalin, Mao Zedong, dan Pol Pot. Jutaan orang meninggal akibat kepemimpinan mereka yang diktator.

Jauh sebelum para pemimpin kejam itu berkuasa, ada juga Pilatus. Ia adalah seorang wali negeri yang memiliki kuasa penuh atas hidup dan mati seseorang. Ia adalah seorang pemimpin yang mengadili Tuhan Yesus. Pilatus mendengar dari orang-orang Yahudi bahwa Yesus menganggap diri-Nya raja orang Yahudi, suatu tuduhan yang terkait erat dengan pemberontakan. Ia bukanlah pemimpin yang adil. Meski ia tidak mendapati kesalahan pada dari Tuhan Yesus, namun ia tidak dapat melindungi-Nya. Ia cuci tangan terhadap kasus yang menimpa Tuhan Yesus.

Sosok pemimpin yang adil tentu menjadi dambaan semua orang. Daud, dalam pesan/wasiat terakhir menyatakan  bahwa ia adalah orang yang diangkat tinggi atau seorang raja yang besar. Selama kehidupannya, Daud menggambarkan dirinya sebagai raja yang memerintah dengan adil dan takut akan Allah , sehingga perjanjian Allah dengannya kekal. Dari pesan terakhir ini nampak ada harapan pada keturunannya, bahwa ketika menjadi raja diharapkan dapat melakukan hal yang sama, yakni sebagai raja yang memerintah dengan adil dan takut akan Allah.Siapakah yang dapat memenuhi harapan itu? Ia adalah Tuhan Yesus Kristus. Yohanes, dalam kitab Wahyu menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah Raja yang berkuasa atas raja-raja di bumi. Raja yang telah mewujudnyatakan kasihNya, dengan melepaskan manusia dari dosa, dengan darahNya. Yohanes juga menggambarkan kemenangan kerajaan Allah ketika Kristus datang kembali untuk mendirikan kerajaan-Nya di bumi. Pemerintahan Kristus kekal. Alfa adalah huruf pertama dari alfabet Yunani dan Omega adalah huruf terakhir. Kristus itu kekal, dari penciptaan sampai akhir zaman.

Penutup

Jika Kristus adalah Raja, maka kita adalah umat (rakyat) Nya. Sebagai umat, kita dapat merasakan cinta kasih-Nya, karena Ia telah menebus dosa kita dengan darah-Nya. Kita juga merasakan pemeliharaan-Nya sepanjang kehidupan kita. Sebagai umat-Nya tentunya kita diharapkan untuk taat dan setia kepada-Nya. Ia bukanlah Raja yang kejam dan menakutkan. Jika demikian apakah kita akan lari dan tidak setia pada-Nya? Tentulah tidak. Ia bukanlah Raja yang semena-mena dan pelanggar HAM. Ia adalah Raja yang memelihara umat-Nya. Ia adalah Raja dari segala raja dan kekal. Ketaatan dan kesetiaan kita pada Kristus Sang Raja dapat kita wujudnyatakan di dunia dengan menebarkan cinta kasih kepada dunia, sesama ciptaan.Sebentar lagi kita akan memilih raja untuk negeri ini. Kita mengharapkan “raja” (presiden) negeri ini adalah seorang “raja” yang memiliki karakter Kristus. Untuk itudalam memilih “raja”  negeri ini mari kita memilih “raja” yang menebarkan  cinta kasih kepada semua golongan, menebarkan kedamaian dan bukan ketakutan.  Amin.

 

Nyanyian: KJ. 88

RANCANGAN KHOTBAH: Basa Jawi

Pembuka

Pemimpining negari ingkang kados pundhi ingkang bapa, ibu lan para sedherek kersakaken? Pemimpin ingkang diskriminatif, intoleran, diktator? Utawi pemimpin ingkang adil? Mbok menawi pilihan dhawah dhateng pemimpin ingkang saged mujudaken pemerentahan ingkang adil dhateng golongan punapa kemawon. Wonten salah satunggaling pemimpining donya  ingkang naminipun Idi Amin (Uganda).Idi Amin ingkang dados panguwaos ing Uganda ing tahun 1971-1979 mbok menawi dados salah satunggaling diktatoringkang dipungethingi sanget ing donya. Idi Amin nate dados juru masak ing Angkatan Darat Inggris ing taun 1946. Sasampunipun Uganda mardika, karir militeripun Amin mindhak ngatos nggayuh pangkat mayor jendral. Amin mrentah ing Uganda ing taun 1971 sasampunipun nindhakaken kudeta, nggulingaken Presiden Milton Obote. Ing mangsa pemerentahanipun, kathah panerak ing bab HAM ingkang dipun tindhakaken Amin. Miturut catetan donya internasional, 100.000 – 500.000 tiyang pejah sadangunipun masa pemerentahanipun. Tindhak tandhukipun mboten mlebet ing nalar, milai saking mrentahaken para tahanan sami kerengan ngagem palu ngantos pejah, ngantos nobataken diri dados Ratu ing Skotlandia. Niatipun Idi Amin mujudaken panguasanipun ing propinsi Kagera, Tanzania, ing taun 1978, nglairaken perang Uganda-Tanzania ingkang ugi mungkasi wolung taun pamarentahanipun.Lajeng Amin nyingkir dhateng Libya lan Arab Saudi ngantos seda 16 Agustus 2003 (https:internasional.kompas.com). Kinten-kinten, punapa ingkang bapa, ibu lan sedherek raosaken menawi kagungan pemimpin ingkang mekaten?

Isi

Pemimpin ingkang kejem, diktator badhe nuwuhaken suasana ajrih wonten ing pigesangipun negari. Wontenipun pemimpin ingkang kejem, diktator wongsal-wangsul kedadosan ing sejarah gesangipun manungsa ing donya. Perkawis punika mboten namung dipun tindakaken dening Idi Amin, taksih wonten malih pemimpin negari lintu ingkang sami, kados ta Hitler, Stalin, Mao Zedong, lan Pol Pot. Awit caranipun mimpin ingkang diktator, ndadosaken yutoan tiyang pejah.

Tebih saderengipun para pemimpin kejem punika kagungan panguwaos, wonten ugi Pilatus. Pilatus punika wali negeri ingkang kagungan panguwaos ing bab gesang lan sedanipun tiyang. Pilatus punika pemimpin ingkang ngadili Gusti Yesus. Pilatus mireng saking tiyang Yahudi bilih Yesus nganggep dirinipun ratuning tiyang Yahudi. Dakwaan ingkang gandeng cenengipun kaliyan perkawis nglawan pemerentah.Pilatus sanes pemimpin ingkang adil. Senaosa mboten manggihaken kalepatanipun Gusti Yesus, nanging Pilatus mboten saged paring pangayoman. Pilatus milih wijik asta tumrap punapa ingkang dipun adepi dening Gusti Yesus.

Pemimpin ingkang adil tamtu dados pengajeng-ajeng sedaya tiyang. Daud, ing wasiatipun ingkang pungkasan negesaken bilih piyambakipun punika tiyang ingkang inggil utawi ratu ingkang ageng. Sadangunipun gesang, Daud nggambaraken dhirinipun dados ratu ingkang mrentah kanthi adil lan ajrih dhumateng Gusti Allah, satemah prajanjianipun Allah langgeng. Saking wasiatipun ingkang pungkasan ketingal wonten pengajeng-ajeng dhateng turunipun, bilih menawi dados ratu supados saged nglampahi perkawis ingkang sami, inggih punika dados ratu ingkang mrentah kanthi adil lan ajrih dhumateng Gusti Allah. Sinten ingkang saged mujudaken pengajeng-ajeng punika?

Nggih Gusti Yesus ingkang saged mujudaken. Yohanes, ing kitab Wahyu nerangaken bilih Gusti Yesus punika Ratu ingkang kagungan panguwaos ing sainggilipun para ratu ing bumi. Ratu ingkang mujudaken katresnanipun, paring pangluwaran dhateng manungsa saking dosa, klayan Rahipun. Yohanes ugi nggambaraken kemenanganipun Kratonipun Allah, rikala Sang Kristus rawuh kangge mujudaken Kratonipun ing bumi. Pemeritahanipun Sang Kristus langgeng. Alfa punika huruf ingkang wiwitan saking alfabet Yunani lan Omega ingkang pungkasan, ingkang nerangaken bilih Sang Kristus langgeng wiwit tumitahipun langit bumi lan saisinipun ngantos pungkasaning jaman.

Panutup

Menawi Kristus punika Ratu, kita punika umat (rakyat) ipun. Minangka umat, kita saged ngraosaken katresnanipun, amargi Panjenenganipun nebus dosa kita klayan Rahipun. Kita ugi ngraosaken pangrimatanipun sauruting gesang kita. Minangka umatipun kita kaajak sami setya tuhu dhumateng Panjenenganipun. Panjenenganipun sanes Ratu ingkang kejem lan nggegirisi. Mila saking punika, punapa  kita badhe mlajeng lan mboten setya dhumateng Panjenenganipun? Tamtunipun mboten. Panjenneganipun sanes Ratu ingkang nandukaken piawon lan nerak HAM. Panjenenganipun punika Ratu ingkang ngrimati umatipun. Panjenenganipun punika Ratuning ratu lan asipat langgeng.

Kasetyan kita dhumateng Sang Kristus minangka Ratu saged kita wujudaken ing donya kanthi nyebar katresnan ing donya, lan sedaya ingkang tumitah. Sekedhap malih kita badhe milih ratuning negari punika. Kita gadahi pengajeng-ajeng “ratu” (presiden) negari punika kagungan sipatipun Kristus. Mila saking punika, ing salebeting milih “ratuning” negari punika, mangga dipun pilih ratu ingkang saged nyebar katresnan dhateng sedaya golongan, nyebar katentreman sanes raos ajrih. Amin.

 

Pamuji: KPJ 404

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak