Bacaan: Daniel 12 : 1 – 13 | Pujian: KJ. 375
Nats: “Banyak dari antara orang-orang yang telah tidur dalam debu tanah akan bangun: sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian lagi untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.” (Ayat 2)
Reward and punishment merupakan sebuah sistem yang sudah lama dipakai. Di mana seseorang yang melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, maka ia akan mendapatkan penghargaan. Sebaliknya seseorang yang malas bekerja dan tidak bertanggung jawab dengan tugasnya, maka ia akan mendapatkan hukuman atau sangsi. Sistem reward and punishment ini juga ada dalam kehidupan orang percaya. Sejak kecil sampai kita tumbuh dewasa, kita diajarkan tentang dosa dan keselamatan. Setiap orang yang berbuat baik, hidup seturut kehendak Tuhan, maka ia akan mendapatkan keselamatan. Sebaliknya jika ia hidup penuh dosa dan berbuat jahat, maka ia akan mendapatkan hukuman dalam neraka. Hal ini juga yang disampaikan Daniel dalam kitab yang ditulisnya. Kitab ini merupakan kitab yang mendasari konsep eskatologis manusia di tengah dunia.
Daniel diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk mengetahui tentang apa yang akan terjadi pada akhir zaman. Manusia akan terbagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah mereka yang tercatat namanya dalam buku kehidupan, yaitu mereka yang hidup seturut dengan kehendak Tuhan. Mereka akan mendapatkan keselamatan. Kelompok kedua adalah orang fasik, yaitu mereka yang hidupnya tidak setia, menyimpang dari kehendak Tuhan. Mereka akan mendapatkan penghukuman dari Tuhan. Dengan demikian konsep reward and punishment ini masih berlaku hingga akhir zaman.
Kita bersyukur sebagai pengikut Kristus, nama kita tercatat dalam buku kehidupan sebagai penghuni kerajaan surga. Kita juga bersyukur hingga saat ini masih diberikan kesempatan hidup, baik kita yang anak-anak, dewasa, hingga adi yuswa. Hidup adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, maka mari kita jalani dengan sebaik-baiknya. Kita harus tetap setia mengikut Tuhan Yesus Kristus di sepanjang hidup kita. Di pekan adi yuswa saat ini, kita dapat belajar dari teladan hidup para adi yuswa, yang hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan Yesus. Mari kita meneladani kesetiaan iman para adi yuswa yang senantiasa semangat dan setia mengikut Tuhan Yesus. Amin. [roge].
“Tetap setia sampai akhir hidupku.”