Roh Kudus Memberi Hikmat Agar Tidak Tersesat Khotbah Minggu 16 Juni 2019

Minggu Tri Tunggal Kudus
Stola Putih

BACAAN 1  : Amsal 8 : 1-4, 22-31
BACAAN 2  : Roma 5 : 1-5
BACAAN 3  : Yohanes 16 : 12-15

Tema Liturgis : Roh Kudus : Rahasia Pengharapan dibalik Panggilan yang Menerangi Hati
Tema Khotbah : Roh Kudus memberi hikmat agar tidak tersesat

 

KETERANGAN BACAAN
( Tidak perlu dibaca diatas mimbar, cukup dibaca saat sebelum kotbah sebagai referensi )

Amsal 8 : 1-4, 22-31

Kitab Amsal adalah kitab yang berisikan tentang kumpulan ucapan-ucapan bijak. Kitab ini tidak berbicara mengenai sejarah, hukum,serta kehidupan Israel, tetapi lebih banyak berbicara mengenai hal-hal pengajaran dan petunjuk-petunjuk praktis mengenai bagaimana menjadi bijak sehingga dapat memperoleh hidup yang baik.

Tema sentral dari kitab Amsal ini adalah tentang hikmat. Seperti yang secara khusus dicatat dalam perikop ini. Hikamt dipersonifikasi. Ia digambarkan sebagai seseorang yang berseru-seru dan menunjukkan suaranya.

Kemudian dalam ayat 22, dijelaskan bahwa Tuhan menciptakan hikmat sebagai permulaan. Dan selanjutnya dalam ayat-ayat yang lain dijelaskan bahwa hikmat selalu ada dalam segala karya Allah. Hikmat menyertai segala karya Allah. Selanjutnya, pembacaan perikop ini diakhiri dengan ajakan supaya manusia mendengarkan perkataan hikmat, supaya kehidupan mereka berbahagia.

Roma 5 : 1-5

Kota Roma adalah ibukota kekaisaran Romawi pada jaman Paulus. Jemaat yang ada di Roma terdiri dari orang yang bukan Yahudi yang baru  mengimani Kristus dan orang Kristen Yahudi yang kembali ke Roma setelah dibuang beberapa tahun sebelumnya. Maka, diantara jemaat ada beberapa pemahaman mengenai Injil dan hukum Taurat. Sebagian melakukannya dan sebagian tidak sehingga ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul di tengah jemaat mengenai siapa yang benar.

Dalam perikop ini secara khusus Paulus menjawab pertanyaan tersebut dan memulai dengan pernyataan bahwa ‘kita dibenarkan karena iman”. Iman menjadi jalan masuk menuju kasih karunia dan pengharapan atas kemuliaan, sembari tetap bertekun dalam kesengsaraan. Imanlah yang membuat manusia dapat bertahan kepada pengharapannya dalam keadaan yang sulit sekalipun. Iman yang tetap menolong manusia untuk menjaga kesetiaannya untuk hidup seturut dengan kehendak Tuhan.

Yohanes 16 : 12-15

Perikop ini menceritakan hari-hari terakhir Tuhan Yesus. Ia mempersiapkan murid-murid-Nya sebelum Ia ditangkap dan disalibkan. Secara khusus dalam perikop ini Yesus menjanjikan Roh Kebenaran yang akan diberikan kepada para murid sehingga Ia akan memimpin mereka kepada seluruh kebenaran.

Hal ini tentu saja sangat penting bagi para murid pada masa itu, sebab setelah Yesus pergi, mereka melalui masa-masa yang amat sulit untuk mempertahankan imannya. Yesus telah melihat kesulitan yang akan dilalui para murid di depan, sehingga Ia menjanjikan pertolongan kepada mereka. Roh kebenaran itulah yang akan menolong para murid untuk mendengar dan memahami kebenaran Tuhan. Ialah yang akan menuntun para murid untuk terus berjalan di dalam kebenaran Tuhan.

 

BENANG MERAH TIGA BACAAN

Manusia memiliki keterbatasan untuk dapat mengerti segala sesuatu secara penuh. Maka, harus senantiasa memohon pimpinan Tuhan di dalam kehidupannya. Tuhan menjanjikan pertolongan melalui Roh Kudus sehingga manusia dapat berhikmat serta dapat berjalan di dalam kebenaran Tuhan.


 

RANCANGAN KHOTBAH : Bahasa Indonesia
(Ini hanya sebuah rancangan. Sila dikembangkan sendiri sesuai konteks jemaat )

Pengantar

Suatu hari, seorang anak kecil bermain di dalam labirin pada sebuah taman hiburan. Dengan girangnya ia berlari di dalam labirin itu untuk mencari jalan keluar. Lima menit pertama ia masih tertawa-tawa. Memasuki menit ke sepuluh, dia mulai panik sebab dia merasa hanya berputar-putar. Dan setelah itu, dia menangis berteriak-teriak dan meminta tolong karena merasa tersesat dan tidak bisa menemukan jalan keluar. Untungnya, petugas melihatnya dari tempat pengawasan dan pada akhirnya menolong anak itu. Petugas mendatanginya lalu menunjukkan jalan keluar bagi anak tersebut.

Isi

Terkadang, hidup ini bagaikan berjalan di dalam labirin. Kita tidak pernah tau jalan mana yang benar karena ada banyak ‘jalan’ terbentang di depan kita. Kita harus memilih untuk melalui jalan yang benar, sehingga kita tidak berputar-putar dan tersesat. Sama seperti anak kecil di dalam cerita tadi, kita juga butuh pertolongan untuk berjalan dalam jalan yang benar.

Pada perikop bacaan yang ketiga, Yesus mempersiapkan murid-murid yang akan Ia tinggalkan. Tentulah Yesus telah memprediksi bahwa setelah Ia pergi, para murid akan kebingungan. Bisa jadi mereka mempertanyakan keputusan mereka mengikut Yesus. Mereka kebingungan mempertahankan iman mereka. Sementara di sisi yang lain, mereka juga akan menerima tekanan-tekanan dari lingkungan mereka. Di dalam keadaan yang demikian, Yesus tidak ingin para murid-Nya tersesat lalu frustasi. Maka, di dalam perikop ini, Ia menjanjikan penolong bagi mereka. Roh Kudus dijanjikan-Nya kepada para murid untuk menuntun kehidupan mereka di tengah-tengah dunia yang tidak mereka mengerti sepenuhnya itu.

Tekanan-tekanan terhadap iman Kristen tidak hanya dialami oleh keduabelas murid Yesus. Jemaat mula-mula juga mengalaminya. Seperti yang sudah kita baca pada perikop bacaan yang kedua. Dalam surat Roma, Rasul Paulus menyemangati jemaat yang saat itu bergumul dengan permasalahan-permasalahan internal dan eksternal. Permasalahan internal mereka mengenai perbedaan pemaknaan hukum Taurat serta permasalahan eksternal mengenai peganiayaan dan tekanan dari pihak-pihak yang tidak suka kepada orang Kristen. Dalam keadaan tersebut Paulus mengajak jemaat untuk tetap bertekun dan setia di dalam iman mereka, sambil mengharapkan kemuliaan yang akan mereka terima.

Tekanan dan kesulitan tentu tidak saja dialami oleh orang Kristen jaman dahulu. Kita saat inipun juga mengalaminya. Kita masih dituntut untuk membuktikan iman kita ditengah-tengah kesulitan dan tekanan. Dan kitapun sadar bahwa kita ini bukan manusia yang sempurna. Bahkan sebenarnya cenderung lemah. Pengetahuan kita akan kebenaran tidaklah sempurna. Maka, janji Yesus kepada para murid saat itupun masih sangat relevan bagi kita. Kita juga membutuhkan penolong yang Ia janjikan kepada para murid-Nya.

Roh kudus berperan seperti guide yang menuntun kita kepada hikmat Tuhan. Hikmat yang digambarkan di dalam Amsal, sebagai yang senantiasa ada bersama dengan Allah dan karya-Nya. Hikmat yang adalah kunci hidup orang benar. Mereka yang dituntun Roh Kudus akan menjalani hidupnya serta mengambil segala pilihan-pilihan dalam hidup dan memaknai hidup ini dengan benar. Sesuai dengan kebenaran Allah.

Penutup

Maka, marilah dengan mengingat bahwa kita manusia yang lemah, dengan rendah hati kita senantiasa memohon tuntunan Roh Kudus untuk mengaruniakan hikmat kepada kita. Sehingga kita dimampukan untuk mempertahankan, membuktikan bahkan membuahkan iman kita ditengah-tengah kehidupan yang menyesatkan ini.

Nyanyian: KJ  436


RANCANGAN KHOTBAH: Basa Jawi

Pambuka

Ing salah satunggaling dinten, wonten salah satunggaling bocah ingkang dolanan ing papan ingkang kasebat labirin. Kanthi suka bingah bocah punika mlayu-mlayu ing labirin kanggo madosi ing pundi papan pangluwaranipun. Ing wiwitan sawetawis gangsal menit, piyambakipun taksih ngraosaken bingah. Ananging tan saya dangu sawetawis sedasa menit, piyambakipun wiwit ngraosaken sumelang, awit mboten saged manggihi papan pangluwaranipun. Lan piyambakipun mular kanthi seru nyuwun tulung awit mblasar lan ing salebeting labirin punika. Petugas ingkang mirsa kahanan punika enggal paring pitulungan lan nedahaken ing pundi papan pangluwaranipun.

Isi

Asring gesang ingkang kalampahan punika kadosdene lumampah ing salebeting labirin. Mboten mangertos ing pundi margi ingkang leres awit maneka warni margi ingkang wonten ing gesang. Kula panjenengan kedah milih margi ingkang leres, supados mboten mblasar ing margi ingkang mboten leres. Kados dene bocah kalawau, supados manggihi margi ingkang leres, kula panjenengan mbetahaken pitulungan supados saged dumugi ing margi ingkang leres punika.

Ing waosan ingkang kaping tiga, Gusti Yesus nyawisaken manah para sakabat ingkang badhe katilar. Tamtu Gusti mirsa, nalika para sakabat katilar dening Gusti, para sakabat badhe ngraosaken sumelang. Mbok bilih para sekabar sumelang ing babagan iman kapitadosan. Lan ing sisih sanesipun, para sekabat ugi ngalami panindhes saking sok sintena kemawon ingkang gething kaliyan pendherekipun Gusti. Wonten ing kahanan ingkang makaten, Gusti mboten kepengen para sakabat mblasar. Pramila, ing waosan punika Gusti paring prasetyan tumrap sedaya sekabat, bilih Roh Suci saestu badhe ngreksa lan nganthi sauruting gesang, sanadyan ngalami sadhengan prakawis.

Panindhes lan kaasoraken marang iman kristen, mboten namung dipunalami dening para sakabatipun Gusti Yesus. Ing wiwitaning pasamuwan ugi ngalami babagan ingkang sami. Seratanipun Paulus ing pasamuwan Roma nedahaken bilih Paulus kanthi saestu maringi tekad enggal ing pasamuwan ingkang nandhang momotan, sae internal ugi eksternal.

Prakawis internal punika babagan pamanggih ingkang beda sesambetan kaliyan anger-anggering toret sarta prakawis eksternal babagan panganiyaya saking para tiyang ingkang gething kaliyan pendherekipun Gusti. Ing kahanan ingkang makaten Paulus ngemutaken supados tansah setya-bekti ing iman kapitadosanipun, ugi kanthi nyenyuwun kamulyan ingkang badhe dipuntampeni.

Lan ugi ing wegdal sakpunika, para pendherekipun Gusti ugi ngraosaken momotan lan prakawis ingakng awrat. Kita kautus mujudaken kanthi sanyata iman kapitadosan kita ing satengah-tengahing kahanan ingkang awrat. Ugi kita ngrumaosi bilih kita punika titahipun Gusti ingkang mboten sampurna, malah lumeber titah ingkang ringkih. Kasagedan kita ngraosaken kayekten ugi mboten sampurna, pramila prasetyanipun Gusti tumraping para sekabat cetha ugi kagem kita. Kita ugi saestu mbetahaken pitulungan Roh Suci ingkang dados prasetyanipun Gusti tumrap para sekabat

Roh suci punika ingkang dados panutun kita mangertosi kawicaksanan ingkang saestu mursid. Kawicaksanan ingkang kagambaraken ing wulang bebasan ingkang saestu manunggal kaliyan Gusti Allah lan Pakaryanipun. Kawicaksanan punika kuncining gesang tiyang mursid. Sadaya manungsa ingkang katuntun dening Roh Suci badhe nglampahi gesang kanthi wicaksana cundhuk kaliyan karsanipun Gusti.

Penutup

Pramila mangga sami ngakeni bilih kita punika titah ingkang ringkih, kanthi andhap-asoring manah tansah nyenyuwun panuntuning Roh Suci supados tansah ngluberaken kawicaksanan tumrap kita. Satemah kita saestu saged ngrimati, mujudaken kanthi sanyata ugi nuwuhaken woh ing salebeting iman kapitadosan wonten gesang ingkang asring mblasaraken punika.

Pamuji: KPJ. 288.

 

 

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •