Khotbah HUT Ke-86 GKJW 11 Desember 2017

Stola Merah

Bacaan 1         : Yesaya 26:7-15
Bacaan 2         : Kisah Rasul 2:37-40

Tema               : “Pemeliharaan Tuhan Bagi Seluruh Generasi GKJW”

 

Keterangan Bacaan
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)

Yesaya 26:7-15

Pada bagian ini Yesaya memberikan penekanan pada dua hal. Pertama, segala yang terjadi/ dilakukan oleh umat kepunyaanNya merupakan sesuatu yang tidak terlepas dari karya Tuhan sendiri (ay. 7, 12, 15). Kedua, sebagai respon atas karya Tuhan dalam kehidupan umat, umat Tuhan senantiasa merindukan dan memuliakan Tuhan dalam kehidupannya dan tetap menaruh harap akan karya Tuhan dalam perjalanan hidupNya (ay. 8, 9, 13).

 

Kisah Rasul 2:37-40

Dalam bacaan ini dikisahkan mengenai respon para pendengar kotbah Petrus. Menarik untuk disimak bahwa para pendengar tersebut mula-mula terharu mendengar kotbah Petrus dan kemudian berefleksi dan mempertanyakan tentang apa yang harus mereka perbuat (ay. 37). Petruspun memberikan jawaban atas refleksi atau pergumulan mereka dengan sangat jelas bahwa yang harus dilakukan adalah pertobatan demi pengampunan dosa. Jika hal itu dilakukan, ada sesuatu yang akan diterima bagi mereka yang melakukannya yakni mereka akan menerima karunia Roh Kudus. Bahkan karunia Roh Kudus itu tidak hanya bagi mereka yang melakukan apa yang disampaikan oleh Petrus tetapi juga bagi generasi-generasi selanjutnya (ay. 38-39). Hal lain yang menarik dari bacaan ini adalah, sekalipun pendengar kotbahnya telah merespon secara positif atas kotbah yang dipaparkan, Petrus tetap menyampaikan banyak hal yang merupakan kesaksiannya dan juga memberikan kecaman namun juga nasihat bagi para pendengar kotbahnya (ay. 40)

 

BENANG MERAH DUA BACAAN

Menyadari bahwa segala yang dilakukan atau yang terjadi dalam perjalanan hidup manusia merupakan bagian yang tidak terlepas dari karya Tuhan sendiri merupakan suatu dasar iman yang penting bagi umat percaya. Maka, sepanjang perjalanan hidupnya patutlah umat percaya senantiasa mencari kehendak Tuhan dan melakukannya sebagai wujud syukur atas karya Tuhan dalam kehidupannya serta tiada henti menyaksikan dan memberitakan kebaikanNya pada setiap makhluk.

 

RANCANGAN KHOTBAH: Bahasa Indonesia

(Ini hanya sebuah rancangan…bisa dikembangkan sendiri sesuai konteks jemaat)

Pendahuluan

Hari ini Greja Kristen Jawi Wetan memasuki usia ke-86 tahun. Telah banyak hal yang terjadi dalam perjalan kehidupan GKJW. Kita patut bersyukur atas kesempatan untuk ikut serta dalam karya besar Tuhan Allah di dunia ini. Di sisi yang lain, seiring dengan waktu yang masih dianugerahkan Tuhan Allah bagi GKJW, GKJW perlu untuk terus mencari kehendak Tuhan Allah dalam perjalanan hidupnya dan mewujudkan kesaksian bagi kemuliaan nama Tuhan melalui kehidupannya.

 

Isi

Sebagaimana ditulis dalam bacaan kita yang pertama, umat Tuhan pada waktu itu telah memiliki kesadaran bahwa segala yang terjadi/ dilakukan oleh umat kepunyaanNya merupakan sesuatu yang tidak terlepas dari karya Tuhan sendiri (ay. 7, 12, 15). Tentu saja kesadaran ini tidak muncul begitu saja dan dalam waktu yang singkat. Kesadaran ini muncul melalui suatu perenungan akan sejarah panjang perjalanan umat percaya pada waktu itu. Umat percaya pada waktu itu pernah merasakan pimpinan Tuhan “secara langsung” dan kemudian pada perjalanannya mereka sampai pada kepemimpinan raja dan banyak lagi perubahan-perubahan dan hal-hal baru dalam bidang yang lain di kehidupan umat percaya waktu itu.

Segala yang terjadi dalam perjalanan hidup umat percaya pada waktu itu diimani dan diamini sebagai bagian dari karya Tuhan Allah. Oleh karena itu umat dapat merasakan kerinduan untuk senantiasa berada dalam pimpinan Tuhan Allah. Umat Tuhan juga senantiasa memuliakan Tuhan. Segala sesuatu dilakukan dengan baik dan penuh syukur karena dihayati sebagai perwujudan syukur dan cara memuliakan Tuhan yang sudah lebih dahulu bahkan senantiasa baik kepada umatNya. Meskipun kita juga tidak menutup mata, Alkitab juga mengisahkan bagaimana saat-saat umat Tuhan justru ingin jauh dari Tuhan dan lebih memilih mendengar serta mengikuti kehendak/ kemauannya sendiri.

Oleh karena itu, kita perlu belajar dari para pendengar kotbah Petrus sebagaimana dikisahkan dalam bacaan kedua kita pada hari ini. Mereka dengan tekun dan hati yang terbuka mendengarkan setiap firman dan kehendak Tuhan yang disampaikan oleh Petrus. Mereka juga terus membuka diri untuk siap berubah sesuai dengan kehendak Tuhan. Hal tersebut dicerminkan melalui sebuah pertanyaan yang mereka ajukan kepada Petrus tentang: “Apa yang harus kami lakukan?” Sebuah sikap yang baik untuk kita kembangkan dalam perjalanan kehidupan kita. Tidaklah cukup merasa diri bahagia dan sukacita karena sudah ndherek Gusti Yesus, tetapi perlu untuk terus menyelaraskan maksud/ kehendak diri dengan maksud/ kehendak Tuhan.

Lantas apa yang kemudian patut untuk kita lakukan sebagai umatNya? Sebagai umat yang senantiasa merasakan kasih dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan dan yang senantiasa mau merubah diri seturut kehendak Tuhan dalam hidup kita, kita juga dipanggil untuk berbagi sukacita itu kepada sesama ciptaan. Menjadi umat yang bersaksi tentang kebaikan Tuhan patut untuk kita wujudkan. Memberikan kabar bahwa Tuhan itu mengasihi seluruh ciptaanNya, sekaligus mengabarkan bahwa wujud kasihNya kadang-kadang juga berbentuk teguran atas cara hidup yang kurang sesuai dengan kehendakNya. Ini akan memampukan umat/ gereja Tuhan tetap menjadi saksi sekaligus menyuarakan suara kenabian di tengah dunia yang diwarnai berbagai keprihatinan ini.

 

Penutup

Marilah kita memperingati ulang tahun gereja kita ini dengan terus meningkatkan iman kita kepada Tuhan. Tidak semata bagi kita atau generasi kita. Tetapi terutama juga bagi generasi selanjutnya. Panggilan menjadi rekan sekerja Tuhan Allah tidak hanya bagi kita tetapi juga bagi generasi penerus kita. Demikian pula berkat dan karuniaNya, tidak hanya bagi kita tetapi juga bagi generasi penerus kita (Kis 2:40). Dengan demikian gereja kita akan terus tumbuh, berkembang dan menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan. Sebagaimana visi kita untuk menjadi gereja yang Mandiri dan Menjadi Berkat. Selamat ulang Tahun gerejaku. Tetaplah tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan pasti tetap beserta gerejaNya. [Abed]

 

Nyanyian: Kid. Kontekstual 91/ KJ 249; 426.

RANCANGAN KHOTBAH: Basa Jawi

Pambuka

Dinten punika Greja Kristen Jawi Wetan lumebet umur 86 taun. Sampun kathah prekawis ingkang sampun kelampahan ing pigesanganing GKJW. Kita saos sokur atas wewengan ndherek ing pakaryan agungipun Gusti Allah wonten donya punika. Ing sisih sanesipun, selaras kaliyan wegdal ingkang kaparingaken dening Gusti Allah dhateng GKJW, GKJW prelu mbudidaya mangertos karsanipun Gusti kagem lelampahaning GKJW lan mujudaken paseksi kagem kamulyaning asmanipun Gusti lumantar pigesanganipun.

 

Isi

Kados kaserat ing waosan kita ingkang sepisan, umatipun Gusti nalika semanten sampun ngrumaosi bilih samukawis ingkang kelampahan lan dipun dipun lampahi dening umatipun minangka prekawis ingkang boten pinisah saking pakaryanipun Gusti pribadi (ay. 7, 12, 15). Tamtu pangaken punika boten tuwuh mekaten kemawon lan mbetahaken wegdal ingkang boten cekak. Pangaken punika tuwuh saking reraosan tumrap lelampahan panjang ingkang dipun alami dening umat pitados nalika semanten. Umat pitados nalika semanten nate ngraosaken pimpinanipun Gusti ingkang nyata lan lelampahan salajengipun ngantos ing wegdal kapimpin dening raja sarta kathah malih ewah-ewahan saha prekawis-prekawis enggal ing babagan sanes ing pigesanganipun umat pitados nalika semanten.

Sedaya lelampahan ingkang dipun alami dening umat pitados nalika semanten dipun imani lan dipun amini minangka perangan pakaryanipun Gusti Allah. Awit saking punika, umat saged nggadhahi kumrengsenging raos kangge tansah gesang ing pimpinanipun Gusti Allah. Umatipun Gusti ugi tansah ngluhuraken Gusti. Sedaya prekawis dipun lampahai kanthi sae lan kebak saos sokur karana pitados bilih Gusti sampun nindakaken kasaenan dhateng umatipun. Kita ugi boten saged merem bilih Kitab Suci nyariyosaken wegdal-wegdal umatipun Gusti malah kepengin nebih saking Gusti lan langkung milih mirengaken sarta nuruti pikajengipun piyambak.

Pramila saking punika, kita prelu sinau saking para tiyang ingkang mirengaken kotbahipun Petrus kados ingkang kacariyosaken ing waosan kalih dinten punika. Tiyang-tiyang punika kanthi taberi/ tekun lan manah tinarbuka mirengaken sedaya dhawuh lan karsanipun Gusti ingkang kawartosaken dening Petrus. Tiyang-tiyang punika ugi tinarbuka ngalami ewah-ewahan selaras kaliyan karsanipun Gusti. Bab punika kacetha saking pitakenanipun dhateng Petrus: “Punapa ingkang kedah kawula lampahi?” Punika sikep ingkang sae ingkang prayogi kita babaraken ing lelampahaning gesang kita. Boten cekap rumaos bingah lan sukarena karana sampun ndherek Gusti Yesus, nanging prelu terus nyondhongaken ciptaning dhiri kaliyan karsanipun Gusti.

Lajeng punapa ingkang prayoginipun kita lampahi selaku umatipun Gusti? Minangka umat ingkang tansah ngraosaken sih katresnan lan patunggilanipun Gusti sarta ingkang sumadya ngalami ewah-ewahan selaras kaliyan karsanipun Gusti, kita tinimbalan ugi kinen andum kabingahan kaliyan sasamining titah. Dados umat ingkang nekseni kasaenanipun Gusti prayogi kita wujudaken. Mawartosaken kabar bilih Gusti punika nresnani sedaya titahipun, ugi mawartosaken bilih wujuding katresnanipun Gusti kadhang kala arupi piweleh tumrap tata caraning gesang ingkang kirang selaras kaliyan karsanipun Gusti. Punika badhe nyagedaken umat/ grejanipun Gusti tetep dados seksi ngundangaken suara kenabian ing tengahing donya ingkang kebak kaprihatosan punika.

 

Panutup

Sumangga kita mengeti ambal warsa greja kita punika srana terus ningkataken iman kita dhumateng Gusti. Boten namung kangge kita utawi generasi kita. Nanging mliginipun kangge generasi candhakipun. Timbalan dados rowang damelipun Gusti Allah boten namung kangge kita, nanging ugi kangge generasi candhakipun. Makaten ugi berkah kanugrahanipun, boten namung kangge kita, nanging ugi kagem generasi candhakipun (Para Rasul 2: 40). Kanthi makaten greja kita badhe terus tuwuh ngrembaka lan ngedalaken woh kagem kamulyanipun Gusti. Punika selaras kaliyan angen-angen kita supados dados greja ingkang Mandiri dan Menjadi Berkat. Sugeng ambal warsa! Sami lulusa nunggil wonten ing Gusti lan Gusti yekti tetep nunggil kaliyan grejanipun. Amin. [terj. St]

 

Pamuji: Kid. Kontekstual 90/ KPK 293:1,2; 311:1,2.

 

 

Bagikan Entri Ini: