Tertawa

Bacaan : Mazmur 2 : 1 – 12 | Pujian: KJ 405 : 1 – 5
Nats: “Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.”[ayat 4]

Tawa adalah ungkapan rasa gembira, senang, geli, dsb dengan mengeluarkan suara (pelan, sedang, keras) melalui alat ucap. Jadi, tertawa adalah melahirkan rasa gembira, senang, geli, dsb dengan suara berderai. Demikian definisi tertawa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Anda pernah atau suka tertawa? Jika ya, anda normal.

Apa yang sedang terjadi jika Allah tertawa? Allah tertawa, tidak kepada bangsa-bangsa, tetapi Ia mempertawakan kebingungan berpikir mereka tentang kekuatan. Seperti seorang ayah tertawa ketika anaknya yang berumur 3 tahun membual bahwa ia dapat berlari lebih cepat dari ayahnya atau ia membual dapat mengalahkan ayahnya dalam olahraga gulat. Tentu, ayah tahu batas kekuatan anaknya yang masih kecil. Demikian juga Allah tahu batas kekuatan bangsa-bangsa. Setiap bangsa terbatas, tetapi Allah transenden (luar biasa). Jika anda memiliki pilihan antara percaya pada Allah atau percaya pada bangsa-bangsa, maka pilihlah Allah!

Allah sungguh berkuasa penuh. Ia menciptakan dunia dan tahu tentang kerajaan dunia jauh sebelum mereka ada (Daniel 2:26-45). Tetapi kebanggaan dan kekuatan menyebabkan bangsa-bangsa dan para pemimpinnya berontak melawan Allah dan mencoba meninggalkan-Nya. Dunia kita memiliki banyak pemimpin yang membual tentang kekuatan mereka, yang gembar-gembor dan meracau (berbicara tidak keruan) melawan Allah dan umat-Nya, bertekad mengambil alih otoritas dan membentuk kerajaan mereka sendiri. Tetapi Allah tertawa sebab semua kekuatan yang mereka miliki datangnya dari Allah, dan Ia dapat juga mengambilnya dari mereka. Kita tidak perlu takut terhadap bualan tirani (kekuasaan yang digunakan sewenang-wenang), sebab mereka semua ada di tangan Allah.

Sebab itu sembahlah Sang Putra, penyerahan penuh dan tunduk kepada-Nya. Kristus bukan hanya Raja pilihan Allah; Ia juga Raja yang syah bagi hati dan hidup kita. Siap bagi kedatangan-Nya, berarti kita tunduk pada kepemimpinan-Nya setiap hari. Amin.[Esha]

“Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku!”

 

Bagikan Entri Ini: