Bacaan: Roma 15 : 1-6 I Pujian : KJ 249 : 1-2
Nats: “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.” (ay. 1)
Dalam pertandingan panjat pinang dalam rangka tujuh belas Agustus, masing-masing tim akan bekerjasama dan mengatur strategi agar bisa mencapai hadiah yang digantung di atas pohon pinang. Biasanya mereka akan menata yang kecil dan lemah sebagai orang yang digendong. Mereka yang paling kuat diantara tim harus rela menjadi batu pijakan teman-temanya. Dengan kerjasama yang baik ini maka tujuan bersama anggota tim untuk mendapatkan hadiah dapat dicapai.
Dalam persekutuan juga demikian. Semua anggota harus mau bahu-membahu menyatukan tekad untuk menghadirkan damai sejahtera bagi seluruh umat Tuhan. Tidak ada yang ingin diutamakan tetapi harus saling mendukung. Yang lemah harus didukung lebih banyak.
Bacaan kita hari ini merupakan surat penggembalaan dari Rasul paulus kepada jemaat Roma. Kota Roma adalah kota metropolitan di kekaisaran Romawi. Berbagai tradisi bercampur baur didalamnya. Sebagai kota yang maju, tentu banyak permasalahan yang muncul dalam pergaulan sehari-hari. Masalah kemiskinan, kejahatan, pelacuran dan masalah sosial lainnya. Jemaat Roma berada di lingkungan tersebut sehingga dampak permasalahan itu juga dirasakan jemaat.
Nats bacaan kita berbunyi: ” Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri” . Nasehat itu masih sangat sesuai untuk kita di zaman ini. Pesan Paulus agar yang kuat membantu yang lemah menunjukkan bahwa tidak ada yang berkelebihan. Dengan saling mendukung maka persekutuan dalam kasih akan dapat terwujud. Hal itu merupakan juga upaya kita sebagai umat percaya untuk menghadirkan damai sejahtera Kristus di dalam dunia.
Marilah kita saling mendahulukan kepentingan orang lain dan kepentingan bersama agar tidak ada yang merasa terabaikan dan sendirian. Seperti juga kasih Allah yang selalu menaungi hidup kita maka sudah sewajarnya kasih kita pun bisa dirasakan oleh sesama kita. Tuhan memberkati. (DKR)
“Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.” (Matius 12:25).