Menahan Diri Pancaran Air Hidup 8 Juli 2025

8 July 2025

Bacaan: Kisah Para Rasul 19 : 28 – 40  |  Pujian: KJ. 378
Nats: “Paulus mau pergi ke tengah-tengah rakyat itu, tetapi murid-murid tidak mengizinkannya.” (Ayat 30)

Kepala Sekolah meminta kepada Thomas Alva Edison yang duduk di kelas 3 SD untuk pulang lebih awal dan memberikan surat kepada ibunya. Saat membaca surat itu, air mata sang ibu tak terbendung. Edison bertanya apa isi surat tersebut sehingga menjadikan sang ibu menangis. Ibu Edison, Nancy Matthews Elliot berkata, “Anak ibu adalah seorang jenius. Sekolah ini terlalu kecil baginya dan tidak memiliki cukup guru yang baik untuk mendidiknya. Silakan ibu ajari dia sendiri!” Sejak saat itu, Nancy mengajar sendiri anaknya dengan tekun, sabar, dan penuh dedikasi. Setelah ibunya meninggal di usia tua, Edison memeriksa barang-barang peninggalan sang ibu dan menemukan surat Kepala Sekolah di masa ia duduk di SD dulu. Ia segera membuka dan membacanya, “Anak ibu mengidap gangguan mental. Kami tidak akan mengizinkannya datang ke sekolah lagi.” Karena Nancy mampu menahan diri dan tidak reaktif saat menerima surat Kepala Sekolah, sehingga dia akhirnya bisa berpikir jernih dan malah menjadikan Edison sebagai seorang jenius penemu lampu pijar.

Saat itu terjadi kericuhan di kota Efesus karena hasutan dari Demetrius seorang tukang perak, pembuat kuil Artemis. Dia merasa terancam karena pekabaran Injil yang dilakukan oleh Paulus semakin menyebar luas dan diakui oleh masyarakat. Artemis dianggap sebagai pelindung kota Efesus sehingga saat Artemis terancam maka bencana dapat menimpa umat penyembahnya. Ketakutan ini dan ancaman terhadap usahanya menjadi alasan kuat bagi Demetrius untuk menggerakkan massa melawan Paulus. Saat itu, Paulus hendak datang dan menjelaskan apa yang dia lakukan, tetapi murid-muridnya tidak mengizinkannya. Akhirnya Paulus dapat menahan diri dan kerusuhan itu diselesaikan oleh Sekretaris Kota yang juga mengajak orang-orang Efesus menahan diri dengan mencari fakta terlebih dahulu agar tidak terjadi kericuhan.

Saat Nancy menahan diri, dia bisa berpikir jernih untuk masa depan Edison. Saat Paulus menahan diri, suasana menjadi tenang dan tidak terjadi kericuhan. Menahan diri adalah hal yang penting dimiliki oleh umat percaya, apalagi jika sesuatu hal terjadi tidak sesuai harapan. Menahan diri menjadikan kita tenang dan dapat mendengarkan suara Tuhan untuk melihat persoalan dengan lebih jernih. Amin. [cha].

“Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak