Kula manut, Gusti… Renungan Harian 8 Februari 2019

Bacaan : Bilangan 27 : 12 – 23 | Pujian : KJ 369
Nats : “lalu ia meletakkan tangannya atas Yosua dan memberikan kepadanya perintahnya, seperti yang difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa” [ayat 23]

Setelah 36 tahun menjadi anggota mejelis (12 daur pelayanan), salah seorang anggota majelis jemaat tidak masuk dalam kemajelisan jemaat. Orang-orang baru mulai muncul dan dikaitkan dengan regenerasi pelayan. Beliau yang lereh dari kemajelisan tadi berujar dengan tulus “Sudah waktunyatongkatestafet Musadiberikanpada Yosua”.

36 tahun bukan masa yang singkat. Begitu banyak yang dihasilkan beliau selama ini di dalam pelayanan. Berakhirnya sebuah jabatan memang mengharuskannya untuk memberikan tongkat pelayanan itu kepada generasi muda, tetapi bukan berarti pelayanan turut berhenti sampai di situ saja.

Dalam pengakuan berikutnya, beliau mengatakan “Hidupku hanya untuk Tuhan sampai akhirnya nanti. Sudah cukup berkat Tuhan yang ada selama ini. Anak-anak sudah mapan. Sekarang dalam kesendirian (karena isteri juga sudah dipanggil Tuhan) apalagi yang harus dilakukan jika bukan untuk Tuhan?”. Lagi beliau berkata “Bukan berarti pelayanan itu akan berhenti ketika seseorang tidak memiliki jabatan dalam jemaat”.
Bahkan beliau berkelakar “Tuhan tahu keadaan manusia (secara fisik) jika ia sudah tua, kula manut Gusti” tawanya.

Musa merespon pemberitahuan tentang kematiannya dengan baik. Ia tidak panik ataupun marah dan kecewa. Bahkan ia tidak meminta kesempatan untuk ditambahkan usia kehidupannya. Dan atas kuasa Allah, Musa menumpangkan tangannya atas Yosua sebagai penggantinya untuk memimpin bangsa Israel melanjutkan perjalanan.

Pemimpin utama kita adalah Tuhan Yesus. Sementara pemimpin manusia hanyalah wakil Tuhan yang sewaktu-waktu siap diganti. Tuhanlah yang berhak menentukan dan mengangkat seorang utusanNya. Sebagai umatNya, kesetiaan kepada Tuhan disertai dengan penerimaan akan segala perintahNya. Bukan sekedar penerimaan seputar masalah jabatan semata melainkan keseluruhan hidup kita. Hendaklah kita selalu siap berkata “Kula manut, Gusti..”. KekuatanNya menyertai kita! [Vie]

“Jika Tuhan sudah berkehendak, apa hak manusia untuk menolaknya?”

 

Bagikan Entri Ini: