Bacaan : Yohanes 6 : 35, 41 – 51 | Pujian : KJ. 344
Nats: “Kata Yesus kepada mereka: “Akulah Roti Hidup, barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Ayat 35).
Banyak orang senang menulis buku harian, membaca otobiografi, atau kumpul bersama dengan teman-teman bernostalgia, bercerita tentang masa lalu. Mengapa orang sering mengingat masa lalu? Apa keuntungannya? Para peneliti mengatakan setidaknya ada 4 peran penting mengingat masa lalu. 1. Ingatan membantu kita membentuk identitas, tentang siapa kita dan kita ingin menjadi seperti apa. 2. Ingatan membantu kita memecahkan masalah, yaitu menawarkan solusi-solusi dan membimbing dari pengalaman masa lalu. 3. Ingatan membantu kita bersosialisasi, kenangan akan masa lalu menjadi sumber rujukan ketika bertemu orang baru, serta membangun dan menjaga hubungan yang sudah terjalin. 4. Ingatan membantu kita dalam mengatur emosi, memberi contoh situasi serupa yang pernah dialami sebelumnya dan merenungkan bagaimana kita mengelola emosi sebelumnya. Misalnya ketika kita merasa sedih, kita mengingat hal-hal positif untuk memperbaiki suasana hati.
Dengan memperkenalkan Dhiri sebagai Roti Hidup yang turun dari surga, Tuhan Yesus sedang mengajak banyak orang untuk mau menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat yang membawa pada kehidupan kekal. Pengenalan dhiri ini dilakukan dengan mengajak mengingat pengalaman masa lalu, pengalaman saat nenek moyang mereka diselamatkan Allah di padang gurun dengan diberi makan Manna dari surga. Perbedaannya kalau Manna adalah makanan jasmani, yang kalau disimpan besok sudah bau dan akan lapar lagi, sedangkan Roti Hidup dari surga ini adalah makanan rohani yang membawa kehidupan kekal. Dan Tuhan Yesus sebagai Roti Surga harus disantap melalui iman.
Pada bulan Pembangunan GKJW saat ini, kita diajak untuk kembali mengingat kebaikan Tuhan Yesus yang memampukan GKJW untuk bisa melewati masa-masa kelamnya pada zaman penjajahan. Mengingat kebaikan Tuhan Yesus yang telah memberikan keselamatan melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Bagi kita orang percaya, roti dan anggur adalah lambang Tubuh dan Darah Kristus. Dengan memakan roti dan meminum anggur dalam Perjamuan Kudus akan selalu mengingatkan bahwa kita adalah milik kepunyaan-Nya yang tidak akan dibiarkan berjalan sendhirian. Mari kita terus mengingat kebaikan Tuhan dalam situasi apapun. (M@ul).
“Mengingat kebaikan Tuhan di masa lalu akan membawa hati yang penuh syukur di masa kini.”