Hidup yang Disertai Tuhan Renungan Harian 6 Juni 2018

Bacaan  : 1 Samuel 21 : 1 – 6 |  Pujian:  KJ. 407 : 1, 2
Nats
: “Lalu imam itu  memberikan kepadanya roti kudus itu,karena tidak ada roti disana kecuali roti sajian, …” (Ay. 6A)

Peristiwa erupsi gunung Agung di Karangasem Bali menyebabkan banyak penduduk di wilayah itu harus mengungsi ke tempat yang aman. Dari berita melalui TV maupun internet, kita mengetahui kondisi dan keadaan saudara kita yang memprihatinkan. Mereka berada di tempat pengungsian yang serba terbatas. Mereka tidak bisa bekerja, sekolah atau mengerjakan rutinitas sebelumnya. Pemerintah berupaya mengevakuasi penduduk setempat ke tempat yang lebih aman agar tidak terjadi korban jiwa. Demikian halnya pemerintah bersama masyarakat melakukan aksi solidaritas untuk membantu mereka. Ada yang datang membawa sembako, pakaian layak pakai, selimut, peralatan mandi maupun obat-obatan.

Daud pernah mengalami situasi yang tidak nyaman dalam hidupnya. Dia mengalami ancaman pembunuhan dari Raja Saul. Dia harus hidup dalam pelarian oleh karena kejaran para tentara Saul. Dalam pelariannya itu, dia tiba di daerah Nod dan berjumpa dengan imam Ahimelekh. Daud merasa lapar dan lelah, lalu dia meminta agar diberikan roti untuk makan. Yang tersedia hanya roti sajian yang diperuntukkan bagi Tuhan yang semestinya tidak boleh dia makan. Kemudian diberikannyalah roti itu pada Daud. Tuhan melalui Ahimelekh memberikan pertolongan dan pemeliharaan kepada Daud.

Tuhan senantiasa menjaga dan memelihara kita. Dia menyertai dan mencukupkan kebutuhan hidup kita, baik itu makanan, minuman, dan kebutuhan yang lain. Di saat kita sakit dan lemah tak berdaya, Dia setia menopang dan menghibur kita melalui orang tua maupun sanak saudara di sekitar kita. Bahkan manakala kita jauh dari-Nya dan hidup dalam kegelapan, Tuhan setia menunggu kita kembali pada-Nya. Ia hadir di tengah pergumulan hidup kita, menjaga dan memelihara kita. Maka marilah kita hidup di dalam Tuhan melalui doa dan persekutuan dengan-Nya. Kita lakukan hal yang benar dan berkenan dihadapan Tuhan. (AR)

„Hidup orang benar senantiasa berada dalam kasih dan penyertaan Allah.“

 

Bagikan Entri Ini: