Berpesan Pancaran Air Hidup 6 Juli 2022

Bacaan: Yosua 23 : 1 – 16 | Pujian: KJ. 422
Nats:
“Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.” (Ayat 14).

Dalam suatu kondisi tertentu, sebuah keluarga akan saling memberi pesan antara satu dengan yang lain. Seperti orang tua berpesan kepada anaknya, suami berpesan kepada istri atau sebaliknya. Memberi pesan memiliki tujuan penting untuk menjaga stabilitas kehidupan keluarga. Setiap kitapun memiliki pengalaman menerima pesan dari orang terdekat kita, untuk melakukan ini dan itu, dan respon kita dalam menerima pesan tersebut bermacam-macam. Ada yang mengiyakan kemudian melakukannya, mengiyakan namun tidak melakukan, menolaknya tetapi melakukan, serta respon-respon yang lainnya. Respon tersebut menggambarkan bagaimana setiap anggota keluarga menganggap penting pesan tersebut bagi keluarga dan kehidupannya. Pesan dan berpesan juga dialami oleh orang Israel dalam proses menduduki tanah Kanaan – tanah perjanjian.

Kitab Yosua 23 menceritakan mengenai proses orang Israel menaklukkan dan mendiami tanah Kanaan untuk kelangsungan kehidupannya. Dalam proses mendiami tanah Kanaan, semuanya tidak lepas dari kuasa penyertaan Allah. Mendiami tanah Kanaan merupakan wujud penggenapan janji TUHAN oleh karena kesetiaan kepada-Nya (Ay. 5). Hingga pada kondisi tertentu, oleh karena kondisi Yosua yang tua dan lanjut umur, dia berpesan kepada orang Israel yang telah menikmati tanah perjanjian agar tetap bisa melanjutkan kehidupan di tanah perjanjian tersebut. Dia menegaskan kembali bahwa setiap hal yang diterima oleh orang Israel dalam wujud apapun semuanya adalah anugerah dari TUHAN. Oleh karena itu, Yosua berpesan agar orang Israel senantiasa dekat Tuhan, setia melakukan perintah-Nya dan tidak melanggar aturan dan ketetapan-Nya (Ay. 14).

Mari kitapun senantiasa berpesan kepada setiap anggota keluarga kita bahwa Tuhan berkarya atas hidup dan kehidupan kita. Seperti yang dialami oleh orang Israel dalam rangka menduduki tanah Kanaan. Karenanya, mari kita merespon pesan dari setiap anggota keluarga dengan keterbukaan hati untuk senantiasa mawas diri dalam menghadapi perkembangan dunia. Mari kita saling menguatkan serta saling mengingatkan agar kita semakin peka terhadap perubahan jaman dengan terus setia kepada Tuhan. Amin. [GFC].

“Pesan mempengaruhi respon diri terhadap hidup, maka berpesanlah perihal kebaikan.”

 

Bagikan Entri Ini: