Restu Orang Tua Renungan Harian 6 Juli 2020

Bacaan : Kejadian 27 : 30 – 46 |  Pujian : KJ. 418
Nats: “Kata Esau kepada ayahnya: “Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!” Dan dengan suara keras menangislah Esau.” (Ay. 38)

Hal yang paling didambakan seorang anak adalah setiap keputusan yang dia ambil mendapat restu dari orang tua. Mengapa restu orang tua sangat didambakan? Karena restu orang tua adalah doa yang dipanjatkan orang tua bagi anak. Dan saya yakin bahwa setiap orang tua menginginkan perjalanan hidup anaknya berhasil, meskipun kenyataan tidaklah demikian. Ada banyak rintangan tantangan menghadang di depan, jika ada dari restu orang tua maka hal yang berat menjadi ringan karena didukung oleh orang tua. Restu adalah bentuk dukungan orang tua atas keputusan yang diambil oleh seorang anak. Sebaliknya, anak yang tidak mendapatkan restu dari orangtuanya, maka jalan gelap menghadang di depan. Tidak ada doa yang dilantunkan orang tua kepada Tuhan untuknya.

Itulah yang diperjuangkan oleh Esau. Ketika ia mendapati kenyataan bahwa tidak ada lagi berkat untuknya, maka sambil menangis meraung-raung, Esau meminta dengan sangat agar ayahnya, Ishak, memberkatinya agar perjalanan hidupnya yang berat karena hak kesulungannya telah diambil oleh Yakub, saudaranya, menjadi ringan. Dengan berkat ayahnya, Esau berharap seberat apapun tantangan dihadapi, ia masih mempunyai keyakinan bahwa doa ayahnya akan menguatkannya.

Berkaca dari kisah Esau ini, maka sebagai orang tua janganlah kita menghambat jalan hidup anak-anak kita dengan tidak mau memberi restu. Jika tidak setuju dengan keputusan anak, berilah alasan dan alternatif-alternatif lain agar anak mengerti mengapa orang tua tidak setuju akan keputusannya. Berilah pengertian kepadanya resiko-resiko yang akan terjadi jika keputusan itu tetap diambilnya. Seberat apapun ketidak-setujuaan orang tua atas keputusan anak, janganlah memutus restu dengan memutus hubungan dengannya sebab anak masih membutuhkan doa-doa dari orang tua. (pipin).

 “Orang tua adalah wakil Allah bagi anak-anak, maka janganlah berhenti memberi restu pada setiap keputusan anak.”

 

Bagikan Entri Ini:

  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •