Aja Wedi Salah! Dilakoni ae, lur! Renungan Harian 6 Februari 2019

Bacaan : Yeremia 1 : 11 – 19 | Pujian : KJ 429 : 1, 3
Nats : “… Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN….” [ayat 19]

Saya teringat pengalaman pertama kali melayani ibadah minggu. Tiga hari sebelum melayani, perut terasa mual, kepala pusing, badan terasa panas- dingin. Saya pun bertanya kepada pendeta pembimbing, “Pak apakah bapak juga mengalami seperti yang saya alami sekarang waktu pertama kali melayani ibadah?” Beliau tidak menjawab malah ganti bertanya, “Apa yang membuatmu merasa seperti itu ketika kamu akan melayani ibadah?” Saya berpikir sejenak, dengan perlahan saya mengatakan, “Saya takut melakukankesalahan”

Beliau tertawa dan berkata,” Sebenarnya apa yang kamu rasakan saat ini adalah dampak karena kamu takut salah dalam pelayananmu nanti. Persiapkan saja dengan sungguh-sungguh. Saya siap untuk menjadi rekanmu belajar. Lakukan saja!.” Dari semangat itu saya merasa lebih baik, dan berani untuk mencoba melangkah.

Keberanian melangkah dengan menyingkirkan perasaan takut salah adalah modal manusia untuk semakin maju – karena ketakutan membuat kesalahan akan menjadikan hidup menjadi statis dan pasif.

Ketika Yeremia dipanggil oleh Tuhan pertama kali untuk menjadi utusan, ia juga tidak serta- merta mengatakan, “Iya,aku bersedia Tuhan”Bahkan secara tidak langsung Yeremia menyiratkan penolakan dalam jawabannya yang pertama. Saya membayangkan bahwa Yeremia pada saat itu menolak panggilan Tuhan karena dia takut untuk berbuat salah. Dia tidak percaya diri karenamungkin merasa masih muda. Kemantapan Yeremia perlahan mulai muncul ketika Tuhan berjanji kepada Yeremia untuk senantiasa menyertainya dalam segala perkara yang akan ia tanggung.

Melihat dua hal di atas, dapat disimpulkan bahwa, “Tidaklah bijak jika orang harus merasa mampu dulu baru berbuat sesuatu” Kesediaan itu hal yang pertama, selanjutnya Tuhan akan menolong usaha mereka yang bersedia diutus. Baiklah kita berani mengambil langkah, sejenak menyingkirkan rasa takut salah dan berpegang erat pada penyertaan Allah. [gus]

“Kesalahan terbesar dalam hidup adalah takut membuat kesalahan”

 

Bagikan Entri Ini: