Menjadi Kitab Terbuka Pancaran Air Hidup 4 September 2025

4 September 2025

Bacaan: Filipi 2 : 25 – 30  |  Pujian: KJ. 424
Nats: “Sebab ia nyaris mati karena pekerjaan Kristus dan ia mempertaruhkan nyawanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.” (Ayat 30)

Dengan tangan yang terbuka, manusia bisa melakukan banyak hal seperti membantu orang berdiri, membunuh nyamuk, bertepuk tangan, dsb. Demikian halnya dengan jendela yang terbuka, ia dapat membawa masuk udara maupun cahaya yang dibutuhkan manusia. Pun dengan buku bacaan yang terbuka, kita bisa melihat gambar atau membaca tulisan yang dapat menambah wawasan serta memperkaya sudut pandang kita. Melalui sisi positif dari tiga hal tersebut, kita dapat menarik sebuah kesimpulan sederhana bahwa: Yang terbukalah yang berguna.

Perihal menjadi terbuka dan berguna, Epafroditus merupakan salah satu misionaris dari Jemaat Filipi yang telah mengalami keduanya. Hidupnya ibarat sebuah Kitab Suci yang terbuka, karena segala totalitas pelayanannya mencerminkan kasih Kristus. Ia adalah salah satu sahabat setia dan teman seperjuangan Rasul Paulus dalam penginjilan. Ia diutus oleh Jemaat Filipi untuk melayani keperluan Rasul Paulus selama di penjara. Selain itu, Epafroditus juga banyak berkorban dan mempertaruhkan nyawanya untuk pekerjaan Tuhan. Ketika sedang melayani bersama Rasul Paulus, ia menderita sakit hingga nyaris mati. Dalam sakit dan proses kesembuhannya pun, hidupnya masih menjadi berkat. Pengorbanan dan kegigihan Epafroditus menjadi dorongan bagi mereka untuk lebih bersemangat dalam berpelayanan. Demikian juga pemulihan yang dialami oleh Epafroditus merupakan jawaban doa yang harus disyukuri dan menjadi sukacita yang besar bagi Jemaat Filipi.

Melalui peristiwa tersebut kita dapat melihat bahwa Epafroditus menghidupi pola pikir Kristus yang bersedia menderita untuk membawa kehidupan bagi orang lain. Ia menjadi manusia yang membuka diri dengan rela hati dan penuh belas kasih untuk terlaksananya pekerjaan Tuhan, dari sana ia menjadi manusia yang berguna, karena hidupnya ibarat Kitab Suci yang terbuka, di mana ketika kita membacanya, kita menemukan kasih Kristus, kebenaran, teladan, dan segala hal baik yang menyelamatkan. Seperti hidup Epafroditus yang menjadi kitab terbuka, demikianlah seharusnya hidup kita yang telah diciptakan dan dipelihara oleh Allah dengan begitu luar biasa baiknya. Amin. [Prst].

“Hidupmu kitab terbuka, dibaca sesamamu, apakah tiap pembacanya melihat Yesus di dalammu?”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak