Penyesalan Yang Mengubahkan Pancaran Air Hidup 4 September 2023

4 September 2023

Bacaan: 2 Samuel 11 : 2 – 25 | Pujian: KJ. 27
Nats: “Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.” (Ayat 14)

Jika disuruh memilih barang kualitas baik atau buruk, tentunya kita akan memilih barang dengan kualitas yang baik. Jika disuruh memilih untung atau rugi, tentunya banyak orang akan lebih memilih untung. Begitu juga jika kita ditawari untuk memilih antara hidup sesuai dengan jalan Tuhan atau jalan yang lain, tentunya kita akan memilih hidup sesuai dengan jalan Tuhan. Akan tetapi realitanya respon terhadap pertanyaan ketiga, justru lebih banyak orang yang memilih menikmati hidup menyimpang dari Jalan Tuhan. Sebagaimana Daud yang dikagumi dan dihormati, dia gagal konsisten menjalani hidup sesuai dengan Jalan Tuhan dan berlaku menyimpang.

2 Samuel 11:2-25 berkisah tentang strategi Daud menyembunyikan dosanya karena telah berzinah dengan Batsyeba istri Uria. Daud yang terkenal sebagai raja yang bijak dan berhasil mempersatukan suku-suku Israel, tiba-tiba saja tertarik dengan Batsyeba lalu mengingininya. Tidak ingin namanya tercoreng karena telah melakukan pelanggaran berat, Daud merencanakan menyingkirkan Uria dengan cara menaruhnya di barisan terdepan dalam peperangan. Ketika Uria mati, Daud bisa mengambil Batsyeba sebagai istrinya, sehingga tidak diketahuilah kesalahannya di hadapan rakyatnya. Daud tahu bahwa yang ia lakukan adalah salah dan ia sadar bahwa Allah Maha Melihat. Daud kemudian menyesali kesalahannya, karena berlaku tidak benar di hadapan Allah.

Begitu juga dengan dinamika kehidupan kita, kita tahu tentang yang baik dan buruk. Akan tetapi seringkali kita lebih memilih untuk melakukan yang buruk. Hasrat, ego, kepentingan, sering menarik kita ke dalam tindakan yang tidak berkenan di hadapan Allah. Uniknya, selalu ada rasa penyesalan sebagai konsekuwensi dari tindakan tersebut. Dan beruntunglah kita yang masih bisa menyesal, karena pada saat yang sama di sanalah Allah bekerja melalui “rasa” dan hati. Artinya Allah peduli kepada umat-Nya dengan mengubahkan hati kita untuk menyesali dosa-dosa kita dan kembali kepada-Nya. Amin. [kyp]

“Terimakasih Tuhan atas setiap rasa sesal ini, Engkaulah yang mendewasakanku!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak