Bacaan: Mazmur 37 : 1 – 9 | Pujian: KJ. 446
Nats: “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, tinggallah di tanah ini dan berlakukah setia.” (Ayat 3)
Semua orang tanpa kecuali ingin memiliki kebahagiaan. Ukuran kebahagiaan sering kali dilihat dari kacamata duniawi. Ketika seseorang terlihat hidupnya memiliki rumah, mobil, barang-barang berharga, anak-anak yang sukses maka oleh kebanyakan orang kehidupan yang demikian dianggap sebagai kehidupan yang bahagia. Untuk memperoleh kebahagiaan itu ada banyak cara yang ditempuh seseorang termasuk dengan cara-cara yang tidak benar atau curang. Tidak jarang mereka tetap kelihatan bahagia dan mujur hidupnya. Tentu saja realita ini dapat menimbulkan tantangan bagi orang percaya ketika menyaksikan kehidupan orang fasik yang justru mendapatkan kemujuran. Apakah di masa yang akan datang, orang percaya perlu berbuat curang dalam meraih kebahagiaan?
Dunia sering mengaburkan nilai-nilai hidup orang percaya. Banyak hal yang tidak baik seolah-olah menjadi baik. Orang curang hidupnya lebih berhasil daripada orang jujur. Orang jahat lebih enak hidupnya daripada orang baik. Keadaan seperti ini juga terjadi di zaman Pemazmur, dimana banyak orang tergoda meraih kebahagiaan dengan melakukan kejahatan dan kecurangan. Oleh karena itu, Pemazmur memberikan nasihat bahwa orang yang melakukan kejahatan dan kecurangan dalam hidupnya akan segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau (Ay. 2). Artinya, kejahatan dan kecurangan mungkin saja membawa kebahagiaan dan kesuksesan namun hal itu tidaklah abadi. Cepat atau lambat segala kejahatan dan kecurangan akan terungkap bagi dirinya. Kesuksesan dan kebahagiaan mereka itu semu. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bagi orang percaya untuk marah dan iri tetapi sebaliknya “percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, tinggallah di tanah ini dan berlakulah setia.” (Ay. 3).
Apapun yang terjadi di dalam hidup kita, tetaplah berjalan dalam kebenaran Allah dan melakukan yang baik. Dengan demikian kualitas mental dan moral kita sebagai orang percaya akan tetap terjaga dan tidak dapat disandingkan dengan orang yang berlaku curang. Tuhan sendiri akan bertindak memunculkan kebenaran seperti terang. Tuhan tidak akan menahan kebaikan dari orang-orang yang berhak menerimanya. Amin. [RA].
“Kebaikan adalah cahaya yang menerangi hati dan jiwa.”