Doa Kita dan Kehendak Tuhan Pancaran Air Hidup 4 Oktober 2022

Bacaan: 1 Yohanes 5 : 13 – 21 | Pujian: KJ. 26 : 1 & 3
Nats:
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” (Ayat 14).

Seorang petani berdoa kepada Tuhan, “Ya, Tuhan berikanlah pada hari ini hujan yang cukup agar kami bisa segera mengolah sawah, untuk bisa kami tanami, dan dapat menghasilkan panen yang memuaskan, untuk mencukupi kehidupan keluarga kami.” Namun di sisi lain, para pemuda berdoa dengan tekun meminta cuaca bisa cerah tidak ada hujan sama sekali, supaya kegiatan ibadah padang yang mereka rencanakan dapat terlaksana tanpa kendala hujan. Doa mereka sama-sama ditujukan kepada Tuhan, namun memiliki isi dan maksud yang berbeda, bahkan bertolak belakang. Lalu menurut anda, doa siapakah yang akan dijawab Tuhan? Kita tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu.

Mungkin seperti itulah yang ingin ditekankan oleh Rasul Yohanes dalam ayat nats kita hari ini. Ketika ia menuliskan, “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” (Ayat 14). Di satu sisi Yohanes menjelaskan bahwa sebagai pengikut Kristus, kita harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa segala apa yang kita minta dalam doa kepada Tuhan akan dikabulkan. Namun di sisi yang lain, dalam nats yang sama, Yohanes menjelaskan bahwa doa yang dikabulkan adalah doa yang berdasar kehendak-Nya. Kita tidak dapat memaksakan keinginan kita kepada Tuhan, tetapi kita harus menyadari bahwa kehendak Tuhan bukanlah kehendak kita.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering menyampaikan doa-doa yang berisikan keinginan kita, bahkan keinginan yang terkesan dipaksakan, misalnya dalam hal perekonomian, keluarga, jodoh, jabatan, dls. Tidaklah salah jika kita memohon agar Tuhan mengabulkan permintaan kita dalam doa, namun seharusnya kita menyadari dan mengakui kembali akan keagungan dan kekuasaan Tuhan, yang memiliki hak prerogratif, mana doa yang akan Ia kabulkan, sehingga doa-doa yang kita sampaikan bukan lagi seperti “perintah” kepada Tuhan, melainkan sebuah permohonan dengan penuh kerendahan hati. Sekali lagi, marilah kita senantiasa berdoa dengan yakin dan iman yang teguh. Doa yang dilengkapi dengan kerendahan hati dan keberserahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Amin. [PY].

“Tetaplah berdoa dengan tekun dan setia,
Tuhan akan memberikan
apa yang kita butuhkan sesuai kehendak-Nya.”

 

Bagikan Entri Ini: