Bacaan: Yudas 1 : 5 – 21 | Pujian: KJ. 55
Nats: “… peliharalah dirimu dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.” (Ayat 21)
Dalam sebuah retreat pemuda, setiap peserta diberi sebutir telur oleh panitia. Pesannya: “Telur itu harus selalu dibawa setiap saat selama acara retreat itu berlangsung. Entah pada saat sesi, makan, tidur, mandi, atau kegiatan yang lain. Bagi siapapun yang memecahkan telur atau menghilangkannya, ia akan mendapat ‘hukuman’.” Dua hari kemudian, retreat tersebut selesai. Namun, ada beberapa pemuda yang harus menerima hukuman karena memecahkan telur mereka. Seorang pemuda yang memecahkan telur berkata, “Saya sudah menjaganya sedemikian rupa, hanya teledor sedikit saja telur itu pecah. Saya sangat menyesal karena belum bisa menjaganya dengan baik.” Ia tetap mendapat hukuman atas keteledorannya tetapi ia dapat belajar banyak hal. Seperti halnya menjaga sebutir telur, demikian pula kita harus memelihara diri kita dalam rengkuhan kasih Allah agar kita dapat bertahan dan tetap teguh percaya kepada Allah.
Perintah itulah yang disampaikan penulis surat Yudas kepada jemaat dalam menghadapi munculnya guru-guru palsu yang berusaha menyesatkan dan menggoyahkan iman mereka dengan pengajaran mereka. Yudas mengingatkan jemaat agar mereka selalu waspada dan tidak terjebak oleh tipu daya guru-guru palsu yang notabene berasal dari antara mereka. Menurut Yudas, untuk menguji kualitas pribadi dan ajaran seseorang ialah dengan melihat perilaku hidupnya setiap hari. Pada umumnya guru-guru palsu itu lebih mementingkan pemuasan nafsunya sendiri serta menyangkal Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Ay. 4). Mereka memang tampak terlihat baik di depan mata tetapi sebenarnya mereka suka memecah belah. Mereka bisa sangat pintar mengajarkan firman Tuhan tetapi hidup mereka penuh dengan kebusukan. Bahkan mereka berani menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk membenarkan diri dan tidak malu untuk menjilat orang lain seolah-olah mereka mengasihi orang-orang yang mereka kelabui (Ay. 16).
Peringatan Yudas dalam suratnya ini juga ditujukan kepada kita di masa kini. Mari kita waspada terhadap ajaran-ajaran yang berkembang saat ini. Kita memelihara diri kita di dalam kasih Tuhan sambil menantikan rahmat Tuhan untuk hidup yang kekal (Ay. 21). Dengan memelihara diri dalam kasih Tuhan, kita akan tidak tergoda dan tergiur oleh ajaran-ajaran palsu. Kita akan beroleh rahmat-Nya sehingga kejahatan dapat diluruhkan dan segala yang baik dapat disatukan. Amin. [RA].
“Memelihara diri dalam kasih Allah adalah fondasi yang kuat bagi orang percaya.”