Bacaan: Rut 3 : 1 – 13 | Pujian: KJ. 60
Nats: “Lalu Rut pergi ke tempat pengirikan dan melakukan tepat seperti yang dipesankan mertuanya kepadanya.” (Ayat 6)
Pencinta alam adalah kelompok-kolompok yang bergerak di alam bebas, lingkungan hidup, dan konservasi alam. Mereka biasa melakukan petualangan seperti mendaki gunung, ekspedisi ke belantara, panjat tebing, arum jeram, susur gua, penyelaman bawah laut, dll. Yang menarik pencinta alam ini memiliki kode etik yang dicetuskan dalam kegiatan Gladian Nasional Pencinta Alam IV di Ujung Pandang pada tanggal 28 Januari 1974, yang diikuti 44 perhimpunan Pecinta Alam se-Indonesia. Di antaranya, yaitu mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa dan tanah air, memelihara alam beserta isinya, menghormati tata kehidupan, dan mempererat tali persaudaraan.
Bagian teks bacaan kita pada saat ini menceritakan Rut dan Boas. Kisah dimulai dari Naomi, mertua Rut yang memintanya untuk pergi ke tempat Boas. Naomi berupaya mencarikan Rut seorang suami dari garis keturunannya menggantikan anaknya Mahlon yang telah mati. Dalam tradisi Yahudi penting untuk melanjutkan garis keturunan, karena itu Naomi memerintahkan agar Rut mandi dan berpakaian yang bagus lalu pergi ke tempat Boas (Ay. 3). Naomi berpesan agar Rut tidur di sebelah kaki Boas (Ay. 4), maka dilakukannya segala yang diperintahkan Naomi itu. Pada akhirnya Boas menebus tanah milik Elimelekh suami Naomi sekaligus menjadikan Rut sebagai istrinya. Hal ini dilakukan agar nama Elimelekh tidak lenyap dari antara saudara-saudaranya. (4:10).
Kisah Rut ini memberi keteladanan tentang sikap patuh Rut kepada Naomi. Demikian pula sikap tanggung jawab Boas yang menjadikan Rut sebagai istrinya. Sikap patuh dan tanggung jawab ini pula, yang harus selalu ada dalam hidup kita. Terlebih di bulan penciptaan ini, kita diajak untuk mencintai alam lingkungan kita, dimana kita bersikap patuh untuk tidak merusak alam melainkan patuh menjaga dan memeliharanya. Kita juga diberi tanggung jawab atas kelestarian dan keberlanjutan alam lingkungan yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, semangat pencinta alam kiranya juga menjadi semangat kita dalam menjaga dan memelihara alam lingkungan yang ada di sekitar kita. Mari bersama, kita melestarikan alam lingkungan kita. Jadilah pencinta-pencinta alam yang menyatakan cintanya dengan terus menjaga dan merawat alam. Amin. [AR].
“Patuh mencintai alam, bertanggung jawab merawat dan memelihara alam.”