Hidupku Berharga Dimata Tuhan Renungan Harian 31 Januari 2018

Bacaan: Markus 5 : 1 – 20   |   Pujian: KJ. 429 : 1, 3
Nats:
Kemudian Ia bertanya kepada orang itu : “Siapa namamu?” Jawabnya : “Namaku Legion, karena kami banyak.”(ayat 9)

Gerasa adalah daerah yang termasuk Wilayah Sepuluh Kota, yang dihuni oleh orang-orang bukan Yahudi. Mengapa Tuhan Yesus menuju Gerasa, yang terkenal dihuni orang kafir dengan meninggalkan orang banyak yang berbondong-bondong dari segala penjuru Israel untuk mendengarkan Dia? Bukan tanpa tujuan jika Tuhan Yesus harus ke Gerasa. Dia disambut oleh seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan.

Sepuluh tahun terakhir ini, saya harus bertemu dengan siswa-siswa yang kerasukan roh jahat. Suatu hal yang tidak pernah saya bayangkan dan saya inginkan. Saya diijinkan Tuhan untuk menghadapi situasi seperti ini supaya belajar lebih peka terhadap jiwa-jiwa yang dititipkan Tuhan kepada saya. Yang kedua, kekuatan untuk mengalahkan roh jahat atau iblis dalam nama Yesus.

Cerita di Gerasa ini juga betul-betul nyata. Tuhan Yesus datang untuk bertemu dengan seorang pribadi, sehingga Dia menanyakan nama, tetapi jawaban yang keluar dari mulut orang itu adalah jawaban dari roh jahat. Nama orang itu seperti lenyap. Persis yang terjadi pada siswa tersebut. Yesus begitu mengasihi orang Gerasa itu dan juga siswa saya. Ada satu pembelajaran yang saya terima, betapa berharganya satu jiwa di hadapan Tuhan. Kemarahan Tuhan Yesus terhadap roh jahat yang diam pada orang Gerasa itu karena Dia begitu mengasihi satu jiwa yang ditawan oleh roh jahat tersebut. Harga dua ribu ekor babi tidak ada artinya sama sekali, dibanding satu jiwa manusia itu.

Tuhan Yesus tidak menghendaki orang ini untuk mengikuti-Nya, tetapi menyuruh pulang ke kampungnya supaya bisa menceritakan apa yang sudah Tuhan perbuat kepadanya. Begitu pentingnya sebuah kesaksian di mata Tuhan, karena akan bisa berbicara banyak.

Roh jahat ada di mana-mana, semoga tidak di dalam diri kita. Tetapi jika hidup kitapun berantakan, jangan-jangan dia ada di dalam diri kita. Kiranya Roh Allah yang ada di dalam diri kita. (DYRA)

“Kita diciptakan segambar dengan Allah, jawaban yang kita berikan juga mencerminkan gambaran Allah, bukan jawaban cerminan roh jahat.”

 

Bagikan Entri Ini: