Saya Orang Benar, Bijak, Jujur, Fasik, atau Orang Jahat? Renungan Harian 1 Februari 2018

Bacaan: Amsal 12:10-21 I Pujian: KJ  436:1,2,3.
Nats:
“Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apa pun, tetapi orang fasik akan senantiasa celaka.” (ayat 21a).

Berbicara tentang hal yang tidak benar akan membuahkan kesulitan bagi diri sendiri dalam hidup. Hidup dalam dusta akan membuat hidup ini semakin berliku-liku, hanya untuk menutupi kebohongan. Mereka yang melakukannya akan terjerat oleh kebohongan mereka sendiri. Bagi orang yang selalu jujur dan bicara benar, sesuai kenyataan dan terus terang, ia akan dapat berdiri dengan teguh. Jika anda menemukan diri anda sebagai orang yang defensif (selalu bertahan) terhadap yang lain, mungkin kejujuran anda sudah berkurang daripada yang seharusnya.

Ketika seseorang menjengkelkan, menghina, atau menista anda, apakah anda membalasnya? Jika anda melakukan pembalasan, itu bukan solusi melainkan akan menimbulkan masalah dan kesulitan baru. Sebagai gantinya, tanggapilah dengan kata-kata santun dan sikap tenang. Respons positif anda tersebut akan meraih hasil positif. Amsal 15:1 mengatakan: ‘Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman…’

Kebenaran bersifat langgeng dan akan selalu hadir tepat pada waktunya. Hal itu berlaku pada masa kini dan masa depan. Kebenaran terkait dengan karakter Allah yang tak pernah berubah. Demikian juga tentang Kitab Amsal, selama berabad-abad dipelajari dan menghabiskan banyak waktu untuk menuliskannya. Alkitab bertahan menghadapi ujian atas waktu. Karena Allah adalah kebenaran, maka kita dapat mempercayai Firman-Nya untuk membimbing kita.

Pada akhirnya, hal yang umum terjadi adalah bahwa orang benar akan memperoleh tempat terhormat (mendapat apresiasi/penghargaan). Meskipun kejahatan atau kesalahan menghadang kebenaran, namun orang benar dapat melihat bahwa ada kesempatan melakukan kebenaran di dalam problem mereka dan dapat tetap maju terus. Sebaliknya, orang fasik yang tidak peduli kepada firman dan pengajaran Allah, akan menemukan berbagai kesulitan dan hal yang menyakitkan saat menangani problem mereka. Amin. (Esha).

“Lawanlah godaan, selalu bertekun!”

 

Bagikan Entri Ini: