Bacaan : Matius 21 : 28 – 32 | Pujian : KJ. 376
Nats: “Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.” (ay.32)
Pada musim pancaroba, kadang udara sangat dingin namun siang matahari begitu terik. Kondisi ini membuat tubuh melemah. Banyak orang terserang flu, tidak enak badan atau paling tidak orang biasa menyebutnya masuk angin karena kedingingan. Saat cuaca begini ibu selalu mengingatkan supaya menjaga kesehatan, mengenakan jaket dan masker saat keluar rumah, makan dan istirahat yang cukup. Namanya juga aku, meski berulang-ulang diingatkan tetap tak ku hiraukan. Aku masih saja ngeyel pergi main tanpa mengenakan jaket dan begadang tiap malam. Alhasil dalam beberapa hari aku sakit dan ibuku hanya bilang, “Lak wis tak kandani se, gak percaya!”.
Ternyata percaya itu bukan sekedar mengiyakan informasi yang kita terima, tetapi membuka diri untuk mempelajari dan melakukannya. Ketika tokoh ‘aku’ ngeyel pada maunya sendiri, sesungguhnya ia tidak percaya pada ibunya. Sebab ‘aku’ tidak melakukan nasihat ibu meski ‘aku’ tahu kalau situasi, kondisi dan nasihat itu benar.
Begitu pula dengan imam-imam dan tua-tua yang mendengarkan Yesus mengajar tetapi mempertanyakan tentang kuasa Yesus (Ay. 23). Mereka mempelajari dan tahu isi Taurat, tekun beribadah, percaya pada Tuhan tetapi mempertanyakan kuasa Yesus. Mereka tahu tapi pura-pura tidak tahu dan tidak melakukan apa yang mereka tahu. Saking kebangetennya, Yesus mengibaratkan mereka seperti anak yang yaa…yoo…yaa…yoo… Saat bapaknya memberi petunjuk/perintah tapi tidak melakukannya malah menilai hidup orang lain di sekitarnya. Padahal orang lain yang hidupnya sering diremehkan malah mau berubah karena percaya pada Tuhan.
Bagaimana dengan percaya kita? Apakah percaya kita pada Tuhan itu dengan ngeyel berusaha melakukan sabdaNya atau cuma yaa… yoo… yaa…. tapi kok gitu… [fani].
“Percaya itu yang penting melakukan bukan sekedar omong saja”