Setia dan Hidup Beriman Pancaran Air Hidup 30 Agustus 2022

Bacaan: Titus 1 : 1 – 9 | Pujian: KJ. 357
Nats:
“yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.” (Ayat 6).

Pada saat proses Dauran Penatua dan Diaken Jemaat pasti kita sering mendengarkan bagian dari nats bacaan saat ini. Entah kemudian membuat pendengarnya menjadi sadar diri, mawas diri atau malah sebaliknya, mereka enggan dipilih menjadi Penatua dan Diaken. Bila diperhatikan sungguh sambil memeriksa diri, tentulah tidak mudah ditemukan orang yang secara sempurna memenuhi syarat-syarat penatua/ penilik jemaat tersebut. Saya jadi teringat dengan pernyataan salah satu mantan Penatua Jemaat, yang mengatakan bahwa dirinya tidak melaksanakan tugas dalam ibadah karena merasa tidak layak. Pertanyaannya adalah “Mengapa bersedia dipilih dan menjadi Penatua Jemaat selama sekian daur tanpa kesediaan melakukan tugas dan panggilannya?” Apabila memang tidak bersedia melaksanakan tugas dan panggilan Penatua dan Diaken Jemaat, bukankah lebih baik bila sedari awal menyatakan tidak bersedia dipilih daripada tidak bertanggung jawab atas anugerah Tuhan menjadi rekan kerja-Nya.

Menjadi penatua/ penilik jemaat memang bukan perkara mudah, syarat-syarat yang disampaikan pun langka untuk ditemukan pada dunia hari ini. Persyaratan Penatua diawali dengan kehidupan keluarga. Penting digaris bawahi perihal satu isteri dan anak-anaknya yang hidup beriman. Seorang Penatua haruslah setia dan keteladanan hidupnya yang beriman menjadi saksi dan pengajaran terbaik bagi anak-anaknya, sehingga anak-anak mereka akan berlaku setia dan hidup beriman seperti halnya orang tua mereka. Hal itu menjadi poin yang sangat penting bagi seorang Penatua. Pengajaran terbaik adalah keteladanan. Maka tidak heran bila keberhasilan seseorang itu dapat disaksikan pada kehidupan anak-anaknya.

Di penghujung bulan pembangunan ini, pertama-tama marilah membangun keluarga kita masing-masing. Kehidupan gereja adalah gambaran dari kehidupan keluarga setiap umat. Bacaan saat ini bukan hanya ditujukan bagi Penatua/ penilik jemaat, tetapi juga menjadi pola dan kualitas hidup yang harus kita miliki sebagai tanggung jawab kita selaku umat percaya. Setia dan hidup beriman menjadi dasar bagi pembangunan setiap keluarga dan juga pembangunan tubuh Kristus yakni gereja-Nya. Amin. [Sv].

“Keteladanan hidup adalah pengajaran terbaik”

 

Bagikan Entri Ini: