Sendiri Dulu Renungan Harian 3 Maret 2018

Bacaan: Markus 9:2-8  |  Nyanyian: KJ 454
Nats:
“Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka IA naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja…” (ayat 2)

Dalam perjalanan hidup Penyanyi Solo terkenal di Indonesia, Ari Lasso (dulu anak GKJW), tertulis sebuah kisah mengapa ia memutuskan bersolo karier. Saat itu dengan keberanian ia membuat “single album” berjudul Sendiri Dulu. Sebuah pernyataan kepada publik bahwa ia keluar dari hingar bingar kehidupan penyanyi group band, dan kemudian merintis karier solonya. Strategi yang ia buat ternyata berhasil, dan melalui Album perdana itulah, kini ia dikenal sebagai salah satu penyanyi solo terkenal di tanah air.

Hidup dan berada dalam hingar bingar dunia terkadang membuat kita jenuh, lelah dan kehilangan inspirasi. Maka banyak di antara kita yang menggunakan waktu di akhir pekan untuk berlibur ke seuah tempat yang sepi dan memiliki udara yang segar. Mengganti suasana keseharian yang penuh dengan kepenatan lalu menikmati udara yang segar, suasana yang hening. Ini tentu akan sangat baik dan menimbulkan kejernihan berpikir.

Hal itu pula yang dilakukan Yesus bersama murid-muridNYA. Setelah melakukan rangkaian pelayanan yang sangat padat, Yesus memutuskan naik ke atas gunung, menyepi dan melakukan refleksi diri bersama murid-muridNYA. Dalam keheningan Yesus berupaya melakukan olah spiritual bersama para muridNYA. Cara ini di tempuh oleh Yesus untuk undur sejenak dari keramaian, dan memberikan waktu yang sangat khusus untuk melakukan pembangunan spiritualitas.

Karenanya penting juga bagi kita di dalam keseharian dan rutinitas, kita tetap memiliki waktu untuk hening, berdiam diri dalam keteduhan. Kita bisa melakukan itu untuk mengolah rasa, melakukan intropeksi diri dan berbicara hati ke hati dengan Sang Pencipta kita. Di situlah kita akan merasakan indahnya perjumpaan kita dengan Tuhan. Dalam keheningan itu pula kita akan menemukan jawaban atas setiap pergumulan yang kita. Karena itu, di GKJW diadakanlah Ibadah Meditatif untuk warga jemaat dan program Khalwat (menyendiri) untuk semua Pendeta. (Oka)

 “Suasana hening menciptakan hati dan pikiran yang bening.

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •