Menunggu Itu… Renungan Harian 3 Desember 2018

Bacaan : 2 Petrus 3 : 1 – 18  |  Pujian: KJ 277
Nats: “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri …”  [ayat 10a]

Apa kata yang terbersit dalam pikiran Anda ketika membaca judul ini?

Saya mencoba mengetikkan key word „menunggu itu…“ pada pencarian google. Lima key word teratas yang muncul dengan mengetikkan kata menunggu adalah: melelahkan, membosankan, berat, sakit, capek. Semuanya negatif. Jadi sampai disini dapatlah kita mengambil kesimpulan sementara, secara umum bahwa menunggu adalah hal yang tidak disukai dan menyebalkan.

Menunggu itu terasa membosankan bila dilakukan dengan tidak melakukan apa-apa. Oleh karena itu, ketika menunggu biasanya kita mencari aktifitas lain yang mengalihkan kita dari rasa bosan. Di jaman sekarang, gadget menjadi populer sebagai teman menanti. Berselancar di dunia maya membuat waktu berjalan sedemikian cepat, sehingga menunggu tidak lagi menjadi soal.

Orang Kristen seharusnya sadar bahwa hidup ini sebenarnya adalah masa penantian kita akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Memang datang-Nya tidak pasti, seperti pencuri kata ayat 10a. Namun demikian, Ia pasti akan datang. Dalam penantian yang demikian ini, kita tentu harus mengisi waktu dengan aktifitas yang lain.

Banyak aktifitas yang dapat kita lakukan. Berteman, belajar, bekerja, membangun keluarga dan lainnya. Namun demikian, dalam melakukan berbagai aktifitas itu haruslah kita berhati-hati. Sebab aktifitas yang kita lakukan dapat menggeser kesadaran kita dan membuat kita lupa bahwa kita sebenarnya sedang menanti datangnya Yesus. Pencapaian-pencapaian yang menyenangkan membuat kita ingin mengejar dan mengusahakan kebahagiaan dan kenyamananan pribadi. Lalu kebablasan mengumbar ego dan ambisi.

Dalam masa menanti ini, Rasul Petrus memberi nasihat supaya kita harus benar-benar menjaga kehidupan kita dengan sungguh-sungguh, sekuat tenaga. Mengusahakan diri untuk tidak bercacat noda dalam perdamaian dengan Allah. Waktu pemberian Tuhan dihayati sebagai kesempatan untuk berjuang. Dengan demikian, dalam masa penantian ini kita tetap dimampukan menjaga kesadaran dan dijauhkan dari rasa bosan. [vin]

“Menunggu tidak membosankan, kalau ada yang diperjuangkan”

 

Bagikan Entri Ini: