Alkitab Berjalan Renungan Harian 29 November 2017

Bacaan : Yohanes 5 : 19 – 40 | Pujian: KJ 51 : 1 – 4
Nats: “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” [ayat 39-40]

Seorang warga jemaat usia paruh baya begitu hapalnya isi Alkitab, sampai jumlah kata tertentu dalam Alkitab beliau mengetahui jumlahnya. Alkitab dibacanya sampai khatam. Setiap perkataan yang keluar dari mulutnya didasarkan pada Firman Tuhan. Sebaliknya banyak remaja dan pemuda gereja menanyakan bagaimana mengetahui kehendak Tuhan sedangkan dia jarang membaca Alkitab. Alkitab baru dibuka di gereja pada saat ibadah minggu.

Imam-imam kepala rajin belajar Kitab Suci sehingga mengetahui berbagai kebenaran dalam Firman Allah. Iblispun juga membaca Alkitab karena mereka begitu hafal dalam menyitir ayat-ayat Alkitab waktu mencobai Tuhan Yesus. Dalam Yakobus 2 : 19 juga dikatakan bahwa setanpun percaya kalau Yesus adalah Tuhan, sedangkan para pemimpin Yahudi tidak percaya kalau Yesus adalah Tuhan.

Melihat fakta-fakta di atas, kita termasuk kelompok mana? Apakah kehidupan kekristenan kita sama dengan imam-imam kepala? Rajin menyelidiki Alkitab supaya kita mengetahui kehendak Tuhan. Atau seperti orang Farisi yang percaya Alkitab dan melakukan perintah dalam Alkitab dengan sangat baik dalam menaati Alkitab?

Di dalam Roma 10 : 10 dikatakan bahwa iman yang benar tidak terletak pada kesetujuan pikiran terhadap Injil, juga tidak berdasarkan kecerdasan otak, juga bukan berdasarkan apa yang diucapkan, namun di dalam hati. Pekerjaan hati, percaya dengan teguh, suatu perjalanan yang keluar dari jiwa untuk masuk kedalam hadirat-Nya, tersungkur di kaki-Nya, berserah dan bersandar pada Tuhan Yesus. Kristus tidak memaksa kita untuk datang kepada-Nya. [DYRA]

‘Mengetahui realitas penyelamatan saja tidak cukup, kitapun harus mengaku dengan mulut dan percaya dengan hati kepada Sang Juru Selamat’

 

Bagikan Entri Ini: