Bacaan: Ester 5 : 1 – 14 | Pujian: KJ. 364
Nats: “Haman menceriterakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaknya laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja.” (Ayat 11)
Secara umum orang akan berbangga dengan semua pencapaian dan kesuksesannya. Berbangga diri tidaklah sesuatu yang selalu buruk. Menjadi buruk ketika seseorang menganggap bahwa semua hanya karena kemampuannya dan tidak memperhitungkan sama sekali peran Tuhan yang menata hidup. Hidup harus dijalani dengan semangat dan keberanian, namun tetap di dalam iman kepada Tuhan, bukan karena mengandalkan kekuatan diri kita sendiri.
Saat ini, melalui kitab Ester 5:1-14, kita melihat bagaimana Ratu Ester dengan penuh keberanian menghadap Raja Ahasyweros untuk menyelamatkan bangsanya. Ia tidak bertindak secara tergesa-gesa, tetapi dengan doa dan puasa sebelumnya (Ester 4:16). Ia tahu bahwa menghadap raja tanpa dipanggil bisa berakibat fatal, tetapi ia tetap melangkah dengan iman. Ia mengenakan pakaian kerajaan, menunjukkan kesiapannya sebagai ratu yang penuh martabat. Ketika raja melihatnya, raja berkenan dan mengulurkan tongkat emas, tanda kasih karunia Tuhan yang bekerja melalui raja. Ini mengajarkan bahwa ketika kita bertindak dengan iman, Tuhan bisa membukakan jalan yang tampaknya mustahil. Ester tidak langsung mengungkapkan permohonannya, tetapi mengundang raja dan Haman ke sebuah perjamuan. Bahkan setelah itu, ia mengundang mereka lagi ke perjamuan kedua. Ini menunjukkan bahwa Ester memiliki hikmat dalam bertindak, tidak terburu-buru, tetapi menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting.
Dalam kehidupan, sering kali kita perlu bersabar dan menunggu momen yang tepat sebelum bertindak. Di sisi lain, Haman sangat bangga karena diundang ke perjamuan bersama raja dan ratu. Namun, kebenciannya terhadap Mordekhai membuatnya tidak bisa menikmati kehormatan itu. Ia merencanakan kejahatan dengan membuat tiang gantungan untuk Mordekhai. Kesombongan dan kebencian Haman akhirnya berujung pada kehancurannya sendiri. Dari kisah ini, kita belajar bahwa keberanian dalam iman, hikmat dalam bertindak, dan hati yang bebas dari kesombongan akan membawa kemenangan dalam Tuhan. Mari kita belajar dari Ester untuk mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusan kita, bukan bermegah dalam kesombongan diri. Amin. [dvd].
“Hanya oleh anugerah Tuhan, kita ada sampai hari ini.”