Arti Hidupku Pancaran Air Hidup 28 Januari 2026

28 January 2026

Bacaan: Lukas 1 : 67 – 79  |  Pujian: PKJ. 117
Nats: “Dan engkau, hai Anakku, akan disebut nabi Allah Yang Maha Tinggi, karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan-jalan-Nya, …” (Ayat 76)

Dalam menjalani kehidupan tentu kita pernah berharap, baik secara personal, dalam keluarga, dan komunitas. Sama seperti orang tua yang memberi nama anaknya, tentunya mereka akan mencarikan nama yang baik dan bermakna sesuai dengan harapan mereka kepada anak mereka. Harapan yang terkandung dalam nama itu menjadi sebuah doa bagi orang tua tentang masa depan anaknya. Kemudian yang menjadi pertanyaan untuk kita, “Apakah kita mengetahui arti nama kita? Apakah kita mengetahui harapan dan doa orang tua kita, kita akan menjadi seseorang yang bagaimana?”

Bacaan firman Tuhan hari ini adalah tentang nyanyian pujian Zakharia, ayah dari Yohanes Pembaptis. Setelah kelahiran Yohanes Pembaptis pada hari yang kedelapan, Zakharia bermaksud menyunatkan anaknya Yohanes, dan orang-orang (para tetangga dan saudara Zakharia) yang melihat hal itu berencana akan memberi nama anak itu “Zakharia”, sama seperti nama bapanya. Tetapi Elisabet menjawab sesuai dengan apa yang dikatakan malaikat Tuhan kepadanya, anaknya itu harus diberi nama “Yohanes”. Begitu juga Zakharia menyebutkan nama anaknya “Yohanes”, lalu Zakharia memuji Tuhan. Perikop saat ini menunjukkan bagaimana Zakharia memuji Tuhan Allah atas apa yang telah ia terima dan  rindukan selama ini, yaitu memiliki seorang anak. Dalam pujiannya terkandung sebuah harapan atas diri Yohanes yang lahir atas seizin Allah. Disebutkan harapan itu pada ayat 76 bahwa Yohanes akan menjadi seorang nabi Allah, dan dia akan mendahului Tuhan, yang akan mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Zakharia menaruh pengharapannya untuk memiliki seorang anak kepada Tuhan. Dan saat Yohanes lahir, Zakharia memiliki harapan agar anaknya senantiasa hidup memuliakan Tuhan. Dari cerita Zakharia ini, marilah kita belajar untuk mengerti apa yang menjadi harapan kita,  terlebih kita berusaha mengerti harapan Tuhan atas kehidupan kita. Kiranya bulan penciptaan pada saat ini mengingatkan kita untuk selalu memaknai setiap harapan orang-orang di sekitar dan menyadari apa yang Tuhan kehendaki atas diri kita. Milikilah hidup yang penuh arti, hidup yang menjadi berkat bagi orang lain, serta hidup yang membawa kebaikan bagi orang dan lingkungan yang ada di sekitar kita. Amin. [AB].

“Berharaplah di dalam iman dan bekerjalah di ladang-Nya dengan penuh ketaatan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak