Bebas Dari Kuasa Kegelapan Pancaran Air Hidup 28 Januari 2024

28 January 2024

Bacaan: Markus 1 : 21 – 28 | Pujian: KJ. 236 : 1, 2
Nats: “Pada waktu itu di dalam rumah ibadat mereka, ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Ayat 23-24)

Dalam pertunjukan kuda lumping, sering kita jumpai orang memanggil roh/kuasa lain untuk merasuki tubuhnya. Orang-orang itu lalu kesurupan dan melakukan segala sesuatu di luar kendali diri mereka dan dikendalikan oleh roh/kuasa lain yang sedang merasuki di tubuh mereka. Bahkan mereka bisa melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, seperti makan beling, tidak mempan senjata tajam.

Kondisi seseorang yang kerasukan roh jahat dalam bacaan kita barangkali lebih pelik. Roh jahat telah menguasai dan mengendalikan seluruh hidupnya. Roh jahat itu melawan Allah dalam diri Tuhan Yesus. Kehadiran roh jahat di rumah ibadat itu adalah untuk menantang dan melawan Tuhan Yesus serta menghalang-halangi orang-orang untuk percaya kepada-Nya. Ia berteriak untuk menunjukkan pemberontakan sekaligus menyiratkan ketakutannya akan kuasa Tuhan Yesus yang mampu membinasakan roh-roh jahat. Orang yang kerasukan roh jahat itu membutuhkan pembebasan karena tubuh dan jiwanya ada dalam penderitaan. Karena itu Tuhan Yesus dengan kuasa-Nya mengusir roh jahat itu, sehingga orang yang kerasukan roh jahat itu bebas dari penderitaannya selama ini.

Proses memulihkan kehidupan tidaklah mudah. Dunia ada dalam penderitaan, karena kuasa kegelapan hadir dan menguasai kehidupan manusia, merusak dari berbagai sisi, menunjukkan pemberontakan untuk melawan kehendak dan kuasa Allah di dunia. Sehingga banyak manusia terbelenggu dalam kuasa yang menyesatkan. Kuasa kegelapan memiliki kekuatan yang luar biasa, yang berpotensi membuat manusia tunduk di bawah godaan kekayaan, keserakahan, pementingan diri, pembalasan dendam, yang melahirkan penindasan, ketidak-adilan, kecemaran, dan gaya hidup yang tidak menghormati Allah sebagai Sang Pemilik Kehidupan. Di sinilah kewaspadaan dan kesadaran kita dibutuhkan, agar kita tidak sampai dikendalikan atau dikuasai oleh roh-roh jahat/kegelapan. Satu-satunya kuasa yang dapat menghalau kuasa kegelapan adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Pemulihan hanya bisa terjadi ketika kita dibebaskan dari kuasa kegelapan dan dituntun hidup dalam terang oleh Tuhan Yesus Kristus, Sang Terang Sejati. Amin. [wdp].

“Kuasa kegelapan membawa pada kebinasaan, Sang Terang Sejati menuntun pada kehidupan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak