Bacaan : Roma 9 : 6 – 18 | Pujian : KJ. 296
Nats: “Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.” (Ay. 8)
Sebagai umat Kristen kita menerima sebutan sebagai anak-anak Allah. Sayangnya dengan sangat menyedihkan sebutan tersebut sering menjadi slogan kosong dalam hidup banyak orang Kristen. Banyak yang hidup sembrono dan tidak mencerminkan diri sebagai anak-anak Allah. Malah tingkahnya memberontak dan karakternya berlawanan dengan kebaikan Bapa Sorgawi.
Roma 9:6-18 memperingatkan bahwa anak-anak Allah yang sejati adalah mereka yang sungguh menghidupi janji Tuhan dan setia memegang janji yang diucapkannya untuk memberlakukan kehendak Tuhan dalam hidup setiap hari. Dalam Bahasa Jawa hal ini disebut ngugemi janji Allah. Maka pada ayat 8 ditegaskan bahwa anak-anak Allah adalah anak-anak perjanjian sebagai keturunan yang benar. Apakah kita sungguh memegang janji Tuhan itu? Bila ya, kita bertumbuh sebagai anak-anak Allah yang sejati.
Seorang anak wajib mengakui dan menghormati otoritas dan kedaulatan orang tuanya. Allah sebagai Bapa punya otoritas yang berdaulat seperti dijelaskan dalam ayat 14-18. Ungkapan ayat 15 misalnya: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku bermurah hati”. Ayat ini jelas menunjukkan kuasa mutlak kehendak Allah Maha Berdaulat. Sehingga kita tidak perlu mendikte Tuhan. Kita hanya perlu mengakui kedaulatan Allah: mau patuh, tidak memberontak, tidak merasa sebanding bahkan tidak merasa lebih tinggi dari Allah. Maka dengan mengakui serta mematuhi kedaulatan Allah, kita akan menjadi anak yang punya rasa hormat sejati.
Di Bulan Penciptaan saat ini, kita diajak menghayati bahwa salah satu ciri anak-anak Allah yang sejati adalah setia merawat alam ciptaan Tuhan. Sebaliknya ciri anak-anak Allah yang palsu adalah yang terus membuat kerusakan lingkungan sekalipun sudah ditegur Firman Tuhan dan rajin ke gereja. Kiranya kita tidak berbuat demikian. Selamat menjadi anak Allah yang sejati! (WKW)
“Seorang anak sejati memiliki genetika yang meniru orang tuanya. Anak Allah yang sejati menampakkan kebaikan Allah Bapa dan hidup percaya memegang janji-Nya.”