Bacaan : Filipi 2 : 12 – 18 | Pujian : KJ. 178 : 1, 2
Nats: “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan” (Ay.14)
Salah satu semboyan gerakan reformasi gereja yang dimotori oleh Marthin Luther adalah : Sola Gratia (keselamatan diperoleh hanya karena anugerah). Semboyan tersebut digelorakan untuk menegaskan bahwa keselamatan tidak bisa dibeli dengan “uang”, tetapi hanya karena anugerah dari Tuhan. Dan anugerah itu, kita telah dibayar dengan harga yang mahal, yaitu pengorbanan Tuhan Yesus, yang telah mati di kayu salib. Karena itu jemaat Tuhan diminta untuk menjaga “status” sebagai pihak yang menerima anugerah. Hal tentang keselamatan tidak boleh dipermainkan, tidak boleh disepelekan, anugerah yang telah diberikan kepada kita harus dijaga. Bagaimana menjaganya? Dengan tetap mengerjakan keselamatan yang sudah dianugerahkan kepada kita. Apa maksudnya? Mengerjakan keselamatan berarti sama dengan “menjaga agar hidup sesuai dengan status sebagai anak-anak terang, berarti hidup yang sesuai dengan firman Tuhan, yaitu hidup dalam ketaatan. Hal ini terlihat dalam kalimat yang terdapat pada ayat 12: ”… kamu senantiasa taat, karena itu, tetaplah kerjakan keselamatanmu”.
Dalam perjalanan kehidupan jemaat Filipi memang ada banyak pergumulan, seperti adanya penganiayaan yang terus menerus (bdk. Filipi 1:28-30). Sudah tentu dengan adanya tantangan yang berat menjadikan kehidupan mereka bisa terguncang. Kesetiaan mereka pada Tuhan bisa terganggu. Energi iman mereka bisa terkuras, tetapi mereka tetap harus bertahan. Mereka tetap menunjukkan kesetiaannya kepada Tuhan Yesus. Di sisi lain kalimat hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, yang dimaksudkan oleh rasul Paulus, juga didasarkan pada rasa hormat yang sungguh-sungguh kepada Allah, sehingga bukan sekedar ketaatan semu.
Apa rahasia kekuatan kesetiaan jemaat Filipi? Rasul Paulus menjelaskan bahwa rahasianya terletak pada Allah sendiri yang bekerja pada diri jemaat, artinya ada kuasa yang bekerja dan menyertai jemaat. Oleh karena itu dalam mengerjakan keselamatan (menjalani hidup taat pada Tuhan), harus kita lakukan dengan sukacita, dengan ketulusan. Tidak boleh kita dilakukan dengan bersungut-sungut. Karena itu mari kita sebagai jemaat Tuhan yang telah memperoleh jaminan keselamatan dari Allah, kita kerjakan keselamatan dengan mempercayakan kehidupan kita kepada Tuhan dengan sukacita, bukan dengan bersungut-sungut. (YK).
“Keselamatan adalah anugerah Allah, karena itu syukurilah anugerah itu”