Bacaan : Yeremia 36 : 1 – 10 | Pujian : KJ 363
Nats : “Mungkin apabila kaum Yehuda mendengar segala malapetaka yang Aku rancangkan hendak mendatangkannya kepada mereka, maka mereka masing-masing akan bertobat……”
Sudah berkali – kali Tuhan Allah berbicara kepada orang-orang Yehuda agar lebih mendengarkan Tuhan dari pada memilih mentaati nasehat leluhurnya yang sudah menjadi ikatan kuat pada anak-anak dan keturunannya. Mulai dari pasal 35 kita bisa memahami kemarahan dan kecemburuan Tuhan sebagai pemberi hidup baik kepada anak keturunan bahkan sejak nenek moyang kaum orang Rekhab. Tetapi toh kaum Rekhab lebih memilih mentaati ajaran nenek moyangnya daripada mendengarkan didikan Tuhan. Itulah makanya Tuhan marah dan memberikan peringatan sekali lagi kepada kaum Rekhab dengan mengutus Yeremia untuk menyampaikan rencana hukuman Tuhan kepada mereka.
Kita sering tidak memahami bahwa sebenarnya Tuhan sangat mengasihi kita dalam menjalani kehidupan ini. Segalanya sudah diberikan oleh Tuhan agar kita sebagai ciptaanNya mampu menjalani kehidupan di dunia ini. Namun mungkin karena Tuhan tidak pernah menampakkan diri secara fisik, atau suara yang bisa didengar langsung oleh indera kita, maka kita lebih mendengar suara lain, dan meninggalkan Tuhan yang berbicara di dalam hati kita. Namun kesaksian Kitab Yeremia 36, jelas menunjukan bagaimana Tuhan sabar menanti kita sadar untuk lebih memilih mendengarkan Tuhan walau banyak yang mempengaruhi kita, baik orang tua, istri, suami, anak, pacar, dan bahkan egoisme kita sendiri.
Iwan Fals menggambarkan kasih tentang seorang ibu dalam syair lagunya yang berjalan ribuan kilometer dengan menggendong anaknya melewati bermacam rintangan. Kasihnya digambarkan bagai udara yang tidak tampak tapi terasa dan bahkan menjadi sumber kehidupan. Ibu itu tetap mengasihi walau anaknya tidak mampu membalas kasihnya. Iwan Fals begitu memahami kasih seorang ibu.
Tuhan menginginkan kita menjadi ciptaannya yang utuh, sempurna. Hanya
saja kita sering tidak menyadari bahwa sesungguhnya kasih setia Allah begitu panjang dan dalam. Biarlah melalui kitab Yeremia pasal 36, kita dipahamkan lagi akan kasih Allah yang menghendaki keutuhan ciptaanNya itu. [narodo]
“Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah “