Bacaan: Markus 14 : 26 – 31 | Pujian : KJ. 403 : 2, 3
Nats: “Kata Petrus kepada-Nya: Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” (Ayat 29)
Ada ungkapan mengatakan “lidah tak bertulang” yang artinya omongan seseorang yang tidak bisa dipegang sebab kata-kata yang diucapkan bisa berubah-ubah. Ungkapan ini mengingatkan bahwa selama kata-kata itu keluar dari lidah seorang manusia maka kata-kata itu tidak bisa langsung dipercayai 100%. Ada kemungkinan bisa berubah pada satu saat karena berbagai alasan. Dan kita sering melihat kenyataan seperti itu.
Bacaan hari ini berkisah tentang seorang tokoh yang luar biasa, salah seorang dari murid Tuhan Yesus, yaitu Simon Petrus. Petrus adalah murid pertama yang menjadi pemimpin bagi para murid yang lain. Mungkin Petruslah satu-satunya manusia yang bisa berjalan di atas air dan masih banyak lagi keunggulan Simon Petrus dibandingkan para murid yang lain. Tetapi Petrus juga hanya manusia biasa, yang bisa jatuh dalam kegagalan. Kali ini dia jatuh karena perkataannya, dia membanggakan diri dan mungkin cenderung menyombongkan dirinya dan terkesan dia meremehkan para murid yang lain. Petrus menunjukkan bagaimana dia akan tetap setia dan mengikut Tuhan sekalipun sendirian. Bahkan ketika dia ditegur langsung oleh Yesus pun, Petrus masih ‘ngeyel’ dengan kata-katanya. Sungguh luar biasa komitmen dan janji yang diucapkan Petrus, tetapi beberapa saat kemudian hanya dalam hitungan waktu yang sangat dekat, Petrus menyangkal Tuhan Yesus, bukan hanya sekali tetapi sampai tiga kali (ayat 30). Memang lidah tak bertulang.
Setiap kita berpotensi untuk melakukan hal yang sama seperti Petrus, mengaku, berkomitmen dan berjanji setia, baik kepada Tuhan, kepada pasangan, tetapi seiring perjalanan waktu kita bisa saja menyangkal janji dan komitmen tersebut. Hal ini bisa terjadi karena ada tekanan, tuntutan hidup atau faktor yang lain. Hari ini kita diingatkan kembali agar lebih berhati-hati dan waspada dengan setiap janji dan komitmen yang kita ucapkan. Jangan sombong dan merasa kuat dengan kekuatan sendiri namun bergantunglah sepenuhnya pada penyertaan Tuhan. (eS)
“Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.” (Amsal 27:1)