Tidak Sesederhana Itu! Pancaran Air Hidup 26 Juli 2026

26 July 2026

Bacaan: Matius 13 : 31 – 33, 44 – 52  |  Pujian: KJ. 400
Nats: Yesus menyampaikan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: ‘Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.” (Ayat 31)

Mahameru adalah puncak tertinggi Gunung Semeru, Jawa Timur, dengan ketinggian 3.676 mdpl, letaknya di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Banyak para pendaki pergi untuk melihat keindahannya dan menikmati karya Sang Pencipta. Sebelum mencapai puncak, para pendaki juga disuguhi pemandangan alam yang memanjakan mata. Akan tetapi dalam praktik dan prosesnya untuk mencapai Mahameru tentu berbeda. Seseorang mudah saja berbicara atau menyampaikan ulang hasil pengamatannya dari internet atau sosial media, namun pada kenyataannya saat mendaki, perlu kesiapan diri dan mental yang utuh. Sebab untuk mencapai puncak Mahameru tidak semudah membalik telapak tangan, dibutuhkan perjuangan dan usaha keras agar bisa sampai pada tujuan.

Bacaan kita hari ini merupakan penjelasan dan gambaran yang Yesus sampaikan kepada orang-orang yang ingin mengerti hal Kerajaan Allah dan cara hidup yang harus mereka jalani. Kerajaan Surga sendiri menunjuk pada pemerintahan Allah yang abadi di surga, tetapi kerajaan-Nya itu juga meliputi segala sesuatu yang terjadi di bumi. Perumpamaan tentang biji sesawi itu sendiri dimaksudkan agar setiap orang yang mendengar dapat memahami dengan benar dan utuh setiap maksud dan tujuan pesan yang disampaikan Tuhan Yesus. Dalam hal ini, Tuhan Yesus sedang menyampaikan proses dan dampak yang dirasakan oleh orang percaya, dibutuhkan iman yang sungguh dan kesetiaan dalam mengikut Tuhan Yesus.

Bagian firman Tuhan ini secara sederhana tampak mudah sekali dilakukan, akan tetapi nyatanya tidak sesederhana itu. Ada banyak hal yang harus kita persiapkan dan lakukan, salah satunya dalam praktik hidup berkeluarga. Keluarga harmonis adalah dasar untuk melakukan dan melanjutkan karya Kristus di dunia. Dari keluarga yang harmonis akan mewujudkan kehidupan jemaat dan masyarakat yang baik. Jika keluarga kita terbiasa berbagi dan menjadi berkat bagi keluarga yang lain, maka tidak sulit bagi kita untuk melangkah menyatakan karya kasih Allah kepada orang lain di sekitar kita. Di bulan keluarga ini, mari kita berkomitmen untuk membangun keluarga GKJW yang hidup dalam terang kasih Allah. Kita hidup dengan saling mengasihi, membangun, dan mengampuni di antara keluarga kita. Mari kita wujudkan keluarga yang harmonis dan senantiasa memuliakan Allah. Amin. [YCDS].

“Jangan hanya melihat sampulnya, tetapi pelajari isi di dalamnya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak