Pilihan Tak Terduga Renungan Harian 27 Maret 2018

Bacaan: 1 Korintus 1:18-31 |   Pujian: KJ 387
Nats:
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.” (Ayat 27)

Salah satu hal yang selalu menarik untuk dibahas saat memperingati Natal adalah mengapa Tuhan memilih Maria, perempuan sederhana dan tidak terkenal untuk menjadi jalan kelahiran Sang Juru Selamat ke dunia ini. Keluguan dan kepolosan Maria bukan merupakan penghalang untuk menjadikannya pilihan Tuhan. Karena rupanya di balik keluguan dan kepolosan, Maria memiliki ketaatan dan kekuatan yang luar biasa untuk mengemban misi Tuhan Allah bagi dunia ini.

Seringkali kita memandang kemampuan seseorang berdasarkan pengamatan kita secara visual. Sebagai contoh, mungkin kita merasa ngeri saat harus berpergian menggunakan bus yang ternyata sopir busnya yang kita lihat adalah seorang yang memiliki perawakan kecil dan ceking. Timbul rasa ragu dalam hati kita apakah ia mampu mengemudikan bus yang besar ini dengan tubuhnya yang kecil dan ceking itu. Pola pikir kita seringkali terjebak pada pengamatan visual kita, padahal tidak selamanya pengamatan visual yang kemudian direspon oleh pikiran kita itu benar adanya. Kita bisa terkecoh oleh penglihatan kita secara visual.

Mungkin dalam persekutuan kita juga seringkali kita meremehkan keberadaan saudara kita yang secara fisik menunjukkan kelemahan. Padahal selemah apapun dia, tetap saja memiliki kekuatan dan dapat dipakai Tuhan untuk rencanaNYA. Pola pikir Tuhan berbeda dengan pola pikir manusia. Apa yang kecil bagi manusia, bisa jadi merupakan sesuatu hal yang besar dan berharga bagi Tuhan. Karenanya kita harus mulai belajar untuk tidak terjebak pada pola pandang kita yang biasanya menggunakan stadard ukur kita sendiri. Cobalah berpikir positif pada siapa saja, selemah apapun dia. Karena bisa jadi di balik kelemahanna, Tuhan memilih dia untuk menunjukkan kekuatan Allah. Jika kita meremehkan yang kecil dan lemah, kita bisa kisinan (menanggung malu) ketika mereka dipakai oleh Tuhan Allah. (Oka)

“Manusia melihat kulit luarnya saja, tetapi Allah melihat kesungguhan hati setiap umat ciptaanNya.”

 

Bagikan Entri Ini: