Bacaan: Mazmur 138 : 1 – 8 | Pujian: KJ. 299
Nats: “TUHAN akan menyelesaikan segala-galanya bagiku!” (Ayat 8a)
Sering kali ada dan tiadanya rasa syukur dalam hati dan pikiran kita itu akan sangat menentukan apakah kita bahagia atau tidak dalam menjalani hidup ini, meskipun hidup dalam keadaan bergumul sekalipun. Ketika mata hati kita senantiasa terarah pada Tuhan, maka kita akan mudah mempercayakan hidup pada Tuhan, hati kita akan mudah mengucap syukur atas segala keadaan yang sedang terjadi dalam hidup kita. Sebaliknya, saat mata hati kita hanya melihat masalah di depan kita, maka akan sulit bagi kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala hal. Yang ada hanya kekhawatiran, ketakutan, dan keraguan.
Dalam bacaan Alkitab kita hari ini Mazmur 138, Daud mengatakan sedari awal, “Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, …” Nyanyian syukur Daud ini dituliskan oleh Daud setelah dia mengalami pertolongan TUHAN ketika dia berperang melawan tentara Filistin. (2 Sam. 5:17-25). Pengalaman nyata bersama TUHAN itulah yang membuatnya yakin bahwa TUHAN adalah sumber pertolongannya, sekalipun ia dalam kesesakan. Meskipun demikian jika kita melihat latar belakang dari teks Alkitab hari ini (2 Sam. 5:17-25), pada awalnya Daud merasa ragu bisa mengalahkan bangsa Filistin waktu itu, sehingga dia bertanya, “Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?” Lalu TUHAN menjawab Daud: “Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.” (2 Sam. 5:19). Sabda Tuhan inilah yang memberi kekuatan dan keteguhan iman bagi Daud untuk maju berperang.
Dalam perjalanan kehidupan, terkadang kita juga bertanya dalam diri kita, “Mengapa aku harus bersyukur? Hidupku masih banyak masalah dan pergumulan lalu apa yang harus aku syukuri?” Sebenarnya pertanyaan itu muncul karena janji TUHAN yang belum kita lihat. Karena kita masih ada keragu-raguan di hati kita, sehingga kita belum mampu mensyukuri apa yang telah TUHAN janjikan dan buktikan di sepanjang perjalanan kehidupan kita. Mari saat ini kita menyadari bahwa sekalipun ada pergumulan dalam hidup kita, kita tetap bisa bersyukur kepada Tuhan. Jika pertanyaan, “Mengapa aku bersyukur?” muncul dalam hati kita, maka jawablah seperti Daud yang mengatakan, “Karena TUHAN akan menyelesaikannya bagiku!” (Mazmur 138:8a). Amin. [Npras].
“Kita tahu bahwa Tuhan selalu merancang hal yang baik bagi kita.”