Karena Iman Kita Diselamatkan Pancaran Air Hidup 26 Juli 2022

Bacaan: Roma 9: 30 – 10 : 4 | Pujian: KJ. 395
Nats:
“… Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, …” (Ayat 32).

Banyak orang yang menjadi sombang, merasa jumawa atau merasa menjadi manusia yang baik, karena telah menjalankan hukum dan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Sehari-hari dia melakukan amal baik, memberi banyak bantuan pada orang lain, dan menunjukkan kebaikan itu dengan cara memamerkan kebaikannya itu kepada orang lain. Hampir di setiap kesempatan yang ada, dia selalu menceritakan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukannya.  

Bacaan kita menceritakan orang Israel yang tersandung karena mengandalkan perbuatan dalam hukum bukan karena mengandalkan iman. Inilah menyebabkan orang Israel jatuh pada kesesatan dan justru bangsa lain yang mendapatkan keselamatan. Ini menjadi kritik terhadap bangsa Israel yang merasa menjadi bangsa pilihan yang diselamatkan, dengan mengandalkan perbuatan-perbuatan yang dipandang baik dalam melakukan hukum-hukum Tuhan, tetapi justru tersandung dan tidak membawa pada keselamatam, karena mereka tidak mengandalkan iman. Rasul Paulus mempunyai keinginan dan kerinduan dalam doanya untuk keselamatan umat yang di Roma pada saat itu. Paulus melihat mereka sangat giat untuk Tuhan tetapi tanpa pengertian yang benar (Roma 10:2). Ini disebabkan mereka mendirikan kebenaran mereka sendiri. 

Keadaan yang demikian bisa juga terjadi dalam kehidupan kita. Sama seperti bangsa Israel yang merasa pasti akan diselamatkan sebagai umat pilihan Tuhan, tetapi justru tersandung dan malah bangsa lain yang diselamatkan. Maka kita pun bisa mengalami itu, kita percaya sebagai umat Tuhan pasti akan diselamatkan, namun dalam langkah kehidupan, kita tidak menghidupinya dengan iman, tetapi mengandalkan amal dan perbuatan berdasarkan kebenaran kita sendiri. Janganlah kita menjadi sombang karena amal dan perbuatan kita yang baik, namun kita percaya, kita diselamatkan Tuhan Yesus karena iman dan anugerah Tuhan semata. Apakah dengan begitu kita tidak harus melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dalam hidup kita sehari-hari? Tentu tidak demikian, kita tidak mengandalkan perbuatan kita, namun kita mengandalkan iman dalam hidup ini. Perbuatan-perbuatan yang baik itu juga merupakan respon atas keselamatan dan anugerah Tuhan Yesus dalam hidup kita, dan itu wujud kesaksian kita pada-Nya. Amin. [SYN]

“Karena iman kita diselamatkan, perbuatan baik wujud ucapan syukur dan kesaksian kita”

 

Bagikan Entri Ini: