Berani Atau Takut? Pancaran Air Hidup 26 Januari 2026

26 January 2026

Bacaan: Hakim-Hakim 6 : 11 – 24  |  Pujian: KJ. 251
Nats: “Jawab Gideon kepadanya, “Maaf Tuan, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?…” (Ayat 13)

Kita memahami “keberanian” sering kali sebagai tindakan heroik atau tindakan menghadapi bahaya secara langsung. Tetapi dari sudut pandang psikologi, keberanian adalah kemampuan untuk bertindak meskipun ada rasa takut. Jadi keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, bahkan seorang yang dianggap pahlawan juga memiliki rasa takut, seperti Gideon.

Gideon adalah orang biasa yang hidup pada saat bangsa Israel mengalami penindasan dari bangsa Midian. Ia adalah seorang muda dari suku Manasye dan menjadi yang termuda di keluarganya. Tetapi Tuhan mengutus malaikat-Nya, memilih Gideon untuk menyelamatkan orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Gideon mempertanyakan mengapa bangsa Israel berada di kondisi yang demikian sulit jika Tuhan menyertai mereka, seolah-olah ini adalah kesalahan Tuhan. Tetapi dari sisi dirinya sendiri, Gideon juga merasa takut dan ragu-ragu, bahkan ia tidak menganggap dirinya adalah “Pahlawan yang gagah berani”. Itulah mengapa, ia meminta tanda kepada Tuhan untuk meyakinkannya bahwa Tuhan mengutusnya menjadi hakim Israel. Kalau kita meneruskan pembacaan pada perikop-perikop setelahnya, kita melihat bahwa Gideon beberapa kali meminta tanda kepada Tuhan. Tanda inilah yang menjadi kekuatannya.  Seberapa pun kekuatan Gideon, sebenarnya sudah cukup karena Tuhan akan menangani hal lainnya. Tuhan tahu Gideon dapat melakukan pekerjaan itu karena Dia sendiri yang mengutusnya.

Di bulan penciptaan ini, kita dipanggil untuk merawat keutuhan ciptaan. Tetapi kalau kita melihat keadaan dunia saat ini dan tahun-tahun di depan, melihat jauh ke dalam diri, apakah kita tetap bisa melakukannya? Ketakutan dan keraguan tentu dapat dengan mudah lahir dalam hati kita, tetapi mari kita mengingat bahwa Tuhanlah yang mengutus kita. Dialah yang akan menolong dan memampukan kita. Tuhan akan menjadi kekuatan kita. Seberapapun kekuatan kita sudah cukup, karena Tuhan yang akan menangani dengan cara-Nya yang bisa jadi di luar bayangan kita. Tugas kita adalah melakukan bagian yang dipercayakan kepada kita dengan setia. Mari kita lakukan tugas dan bagian kita. Beranilah melangkah bersama dengan Tuhan. Amin. [66].

“Kita semua adalah pahlawan yang gagah berani bersama dengan Tuhan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak