Bacaan: Lukas 4 : 38 – 44 | Pujian: KJ. 432
Nats: “Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” (Ayat 43)
Beberapa tahun silam, kita dihebohkan oleh kehadiran Ponari, bocah laki-laki asal Jombang yang memiliki batu ajaib. Konon, siapapun yang meminum air yang telah dicelupkan batu tersebut, akan sembuh dari berbagai penyakit. Alhasil, banyak orang dari berbagai daerah berbondong-bondong mendatanginya. Seiring waktu, bermunculan fenomena serupa dengan tokoh-tokoh berbeda, seakan menjadi angin segar bagi mereka yang merindukan pembebasan segera dari belenggu penyakit, kesulitan ekonomi, dan berbagai pergumulan hidup.
Dalam konteks pembaca Injil Lukas yang bergumul dengan masalah kemiskinan dan penderitaan, kehadiran Yesus yang mampu melakukan berbagai mujizat tampaknya menjadi jawaban atas pergumulan mereka. Wajar jika orang banyak berbondong-bondong meminta pertolongan kepada-Nya. Bahkan mereka menahan Yesus agar tetap tinggal, sebab kedatangan-Nya membawa harapan baru, membebaskan dari segala sesuatu yang membelenggu, seperti penyakit, iblis, atau penderitaan lain yang merupakan beban bagi mereka. Namun saat banyak orang mengharapkan mujizat-Nya, Yesus justru menolak untuk tinggal dan menyatakan bahwa Injil Kerajaan Allah harus diberitakan di kota-kota lain pula. Injil Lukas seolah memberitakan bahwa Yesus tidak terikat pada salah satu kelompok saja dan pekerjaan Allah tidak dapat dibatasi oleh kehendak manusia.
Pandemi yang terjadi secara global telah menyebabkan banyak orang terdampak. Wajah penderitaan karena penyakit, kesulitan ekonomi, kasus kriminalitas yang meningkat dan berbagai persoalan sosial yang ditimbulkannya semakin membuat kehidupan manusia terasa berat. Tetapi di tengah beban berat yang sedang kita pikul bersama, mari kita senantiasa percaya bahwa Allah sedang dan terus berkarya untuk memulihkan dan memperbaharui kehidupan di dunia. Keberpihakan Tuhan Yesus kepada mereka yang menderita menjadi sumber kekuatan dan pengharapan. Kita percaya Tuhan tengah berkarya, bukan hanya bagi Gereja-Nya saja, tapi bagi seluruh ciptaan. Bagian kita, tidak hanya mendambakan pertolongan dan pembebasan, tapi juga menyediakan diri seutuhnya untuk dipakai sebagai penolong dan pembebas bagi mereka yang ada dalam tekanan. Karena sejatinya kita dipulihkan Tuhan untuk memulihkan yang lain. Amin. [wdp].
“Karya Tuhan tidak terbatas pada umat percaya, kerena berita tentang pembebasan dan keselamatan adalah rahmat bagi semesta.”