Berkarya Bukan Untuk Memuaskan Mata Renungan Harian 26 Februari 2020

Bacaan :  Matius  6  : 1 – 6 , 16 – 21   |  Pujian  : KJ. 364
Nats
: “Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (ayat 4b, 6b, 18b)

Ada perbedaan orang memberikan sumbangan/amplop ketika menghadiri pernikahan dan kedukaan atau kematian. Dalam suasana pernikahan orang memberikan sumbangan seringkali berupa amplop berisi sejumlah uang dan tercantum nama pemberi sumbangan. Sementara ketika kematian, orang memberikan uang ke kotak tanpa memberikan nama yang tercantum di dalamnya. Bahkan seringkali uang yang disumbangkan tanpa dimasukkan amplop terlebih dahulu. Mengapa demikian?

Barangkali dalam suasana pernikahan yang penuh kebahagiaan itu, ada semacam harapan dari sang penyumbang untuk mendapatkan balasan. Harapannya, suatu saat akan menerima kembali sumbangan yang telah diberikan sehingga perlu mencantumkan nama agar tidak keliru ketika akan membalasnya. Sementara dalam suasana kematian, orang tidak berharap akan mengalami kedukaan serta tidak berharap menerima balasan dari orang yang telah berbelasungkawa. Namun kecenderungan orang memberi dengan sebuah harapan akan menerima kembali merupakan sesuatu yang lebih dominan.

Bacaan hari ini, memberikan penekanan bahwa ketika melakukan sesuatu atau berkarya haruslah bukan dalam rangka untuk dilihat oleh manusia. Melakukan kebaikan sekalipun tanpa diketahui manusia, Bapa yang di Sorga pastilah mengetahui sehingga tanpa perlu melakukan sesuatu untuk memuaskan penglihatan orang lain. Karena pada dasarnya Bapa justru akan membalas tersendiri dari karya orang yang tersembunyi itu. Memberi sedekah tanpa harus dihadapan orang (ayat 1), berdoa bukan supaya dilihat orang (ayat 5), berpuasa bukan untuk dilihat manusia (ayat 16).

Pelajaran berharga hari ini, marilah melakukan kebaikan dan berkarya bukan untuk memuaskan penglihatan mata orang lain. Akan tetapi biarlah karya kita yang tersembunyi dan tidak dilihat oleh orang lain, Tuhan sendirilah yang akan melihatnya. Termasuk ketika memberikan sumbangan tanpa berharap akan dilihat dan mendapatkan balasan kembali. Beranikah? Amin (MM).

 “Lemah teles, Gusti Allah sing mbales”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •