Kembali dan Berbenah Renungan Harian 25 Mei 2018

Bacaan : Yesaya 2 : 1-5   |   Pujian: KJ 400
Nats:
“Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” (ayat 3b)

Menghitung hari-hari kita dengan bijaksana, itulah yang disampaikan pemazmur kepada kita. Bagaimana mewujudkan hal itu? Memanfaatkan setiap waktu pemberianNya untuk semakin berbenah. Selama kita masih diberi kesempatan untuk bernafas, itu adalah waktu bagi kita untuk kembali dan berbenah mewujudkan diri semakin menyembah Dia, Sang Pemberi Hidup.

Ini juga yang menjadi seruan Nabi Yesaya kepada orang Israel secara keseluruhan (keturunan Yakub). Yesaya menyampaikan peringatan dan panggilan pertobatan bagi Yehuda dan Yerusalem. Setelah pada perikop sebelumnya Yesaya mengkritik dengan keras tindakan umat pilihan. Pada perikop ini, Yesaya mengajak umat pilihan untuk kembali dan berbenah. Yesaya mengingatkan umat akan kebesaran Tuhan Allah yang digambarkan Gunung Tuhan yang tegak berdiri menjulang di atas bukit-bukit (ayat 2). Pandang itu (ayat 2b), lalu kembalilah untuk berziarah ke Gunung Tuhan (ayat 5), mendengarkan FirmanNya (ayat 3). Semua akan menuntun umat untuk hidup benar dan lolos dari masa penghakimanNya (ayat 4). Kembali berziarah dan mendengarkan firmanNya akan memampukan umat menjadi agen-agen perdamaian dan keadilan sehingga peperangan yang mengancam bisa dicegah yang digambarkan dengan kiasan yang disebutkan pada ayat 4.

Seruan Nabi Yesaya tentu tidak hanya berlaku bagi keturunan Yakub tetapi juga bagi kita yang sekarang juga disebut sebagai umat pilihan Tuhan. Dalam kehidupan kita, seringkali laku hidup Israel juga menjadi laku hidup kita. Selagi kita masih diberi waktu untuk hidup dan menikmati hal baik, marilah kita kembali dan berbenah. Memandang kepada Tuhan, mendengarkan FirmanNya dan melakukan kehendakNya. Menguatkan tekad untuk terus berjalan dalam terangNya yang akan menguatkan kita memcarkan terang itu kepada yang lain, menjadi agen-agen kebaikan dan keadilan. Tuhan memberkati. (dh)

”Firman Hidup yang kudus berkuasalah terus hingga dunia yang gelap melihat fajar gemerlap”

 

Bagikan Entri Ini: