Cukuplah Itu Semua! Renungan Harian 25 Januari 2018

Bacaan : Ulangan 3 : 23 – 29  |   Pujian :  KJ  375 : 1
Nats:
“Biarlah aku menyeberang dan melihat negeri yang baik yang di seberang sungai Yordan, tanah pegunungan yang baik itu, …”  (Ay. 3).

Seorang teman Pendeta menceritakan pengalamannya berziarah ke Yerusalem. Ia menceritakan bagaimana ia bersama rombongan mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti yang dituliskan dalam Alkitab. Bagaimana suasana kehidupan di Yerusalem saat ini dan cerita tentang pengalaman imannya yang semakin diteguhkan dan dikuatkan setelah melakukan perziarahan tersebut. Dalam hati kecil saya berkata, ”Kapan ya saya bisa ke sana?” Ada harapan suatu saat saya dapat berkunjung dan pergi ke tempat yang disebut “Hollyland” itu. Namun dengan melihat foto maupun video yang menggambarkan tempat dan keadaan “Hollyland” saat ini, cukuplah!

Musa sebagai pemimpin bangsa Israel, menuntun dan memimpin mereka keluar dari Tanah Mesir menuju Tanah Kanaan. Selama kurang lebih 40 tahun, bangsa Israel hidup dalam pengembaraan. Mareka harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Saatnya tiba bagi bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan, tanah yang Tuhan janjikan bagi mereka. Dalam hal inilah, Musa berharap akan masuk Tanah Kanaan bersama-sama bangsa Israel. Namun Tuhan berfirman, ”Cukup! Jangan lagi bicarakan perkara itu dengan Aku”. Musa tidak diijinkan Tuhan untuk masuk ke Tanah Kanaan. Meskipun demikian Tuhan memperlihatkan kepada Musa negeri yang dijanjikanNya. Akhirnya, Yosualah yang membawa bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan.

Tentu kita memiliki cita-cita dan tujuan yang ingin kita raih, seperti pekerjaan yang mapan, keluarga yang harmonis, kesehatan jasmani yang prima, dll. Macam-macam cita-cita kita tersebut ada yang sudah tercapai tetapi ada pula yang belum tercapai. Belajar dari Musa yang setia pada Tuhan sepanjang hidupnya, maka kita juga mau setia pada Tuhan. Kita yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai dan menolong kita berjuang meraih tujuan dan berjalan di tengah dunia ini. Tuhan menjanjikan kekuatan dan berkat bagi kita yang setia. Tetaplah selalu berjuang dan berjalan bersama Tuhan. Peganglah janji-Nya, berharaplah selalu pada-Nya dan bersyukurlah dengan apa yang ada pada kita saat ini. Cukuplah itu semua! (AR).

Dalam segala kekurangan dan kelemahan, teruslah bersandar pada-Nya, Tuhan pasti menolong kita.

 

Bagikan Entri Ini: