Don’t Judge Too Quickly Renungan Harian 25 April 2018

Bacaan: Mikha 7:8-20 l Pujian: KJ. 467: 1-3
Nats: “Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.” (ayat 8)

Dalam sebuah ajang pencarian bakat, ada seorang wanita muda yang ingin menunjukkan bakat melukisnya di hadapan para juri dan penonton. Sedikit demi sedikit, dia menggoreskan kuas yang berlumur tinta pada kanvas dengan penuh kejelian. Mulai terlihatlah sebuah pola gambar di atas kanvasnya. Akan tetapi para juri merasa bahwa waktu yang dihabiskan untuk melukis cukup lama  dan pola yang terbentuk dari lukisan itu dinilai biasa-biasa saja. Satu persatu para juri itu menekan tombol silang, yang artinya wanita tersebut harus tereliminasi dari ajang pencarian bakat tersebut.

Betapa mengejutkan apa yang terjadi selanjutnya. Wanita muda itu tidak mempedulikan keputusan para juri, dia tetap melanjutkan karyanya. Pada bagian akhir, Dia membalikan kanvas lukisannya 180 derajat, dan WOW!!!melongolah para juri dan penonton yang melihat karya dari si wanita muda ini, karena mereka melihat sebuah lukisan yang sama sekali tidak mereka duga sebelumnya. Para juri pun menyesal karena telah melakukan penilaian yang terlalu cepat pada hasil karya si wanita muda ini.

Seringkali kita jatuh pada sikap buru-buru menilai segala sesuatu yang terjadi di hadapan kita atau yang dialami oleh orang lain, dan kita merasa yakin bahwa penilaian itu sudah tepat. Dari cerita di atas, kita dapat belajar bahwa sikap yang terlalu terburu-buru dalam menentukan penilaian, sering membuat kita salah dalam menilai.

Bangsa Israel melalui penulis Kitab Mikha memperingatkan musuh-musuhnya agar mereka tidak terburu-buru bersukacita atas apa yang sudah dialami oleh bangsa Israel. Memang benar bangsa Israel telah jatuh, akan tetapi peristiwa kejatuhan yang dialami oleh Israel hanyalah sementara saja. Ada saatnya Tuhan akan kembali mengangkat bangsa Israel dan memberikan kekuatan kepada mereka. [OCEP]

“Tidak selalu yang bisa kita lihat, dengar, dan rasakan pasti sama dengan kenyataan”

 

Bagikan Entri Ini: