Sumber Kekuatan Dan Pengharapan Pancaran Air Hidup 24 Januari 2026

24 January 2026

Bacaan: Mazmur 27 : 1 – 6  |  Pujian: KJ. 62
Nats: “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, hanya inilah yang kudambakan: tinggal di Rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” (Ayat 4)

Dalam melaksanakan upacara bendera diperlukan petugas upacara, yaitu pembina upacara, pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca UUD 1945, pembawa naskah Pancasila, dirigen/pemimpin lagu, pembaca doa, dan pembawa acara. Di sekolah, biasanya petugas upacara dilakukan bergiliran setiap kelas. Sering kali yang terjadi di sekolah-sekolah, jika ada pemilihan petugas upacara, kebanyakan siswa memilih menjadi pembawa naskah Pancasila, karena dianggap tugas yang ringan, tinggal memberikan naskah Pancasila kepada pembina upacara. Memilih ikut ambil bagian menjadi petugas upacara adalah bagian respons diri menghadapi suatu tantangan, berani menerima tantangan yang berat atau memilih yang ringan.

Mazmur 27 menarasikan Daud menerima sebuah tantangan, yaitu keinginan dari musuh-musuhnya agar ia mati. Daud merespons hal itu dengan meminta pertolongan kepada Tuhan, seperti yang tertulis pada ayat 4, “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, hanya inilah yang kudambakan: tinggal di Rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” Daud menyadari “Rumah Tuhan”, yakni hadirat-Nya adalah hal yang dirindukan dan diinginkannya. Ia belajar menantikan Tuhan dalam doa saat menghadapi setiap tantangan. Tuhan menjadi rumah baginya, ia menyerahkan segala pergumulan yang ia hadapi. Tuhan adalah benteng perlindungan dan keselamatan yang memberi rasa aman serta tenang. Kekuatan iman inilah yang menjadi sumber keberanian Daud. Ia menyadari bahwa jika Tuhan Allah ada disisinya, maka ia tidak perlu takut menghadapi segala tantangan.

Keyakinan seperti Daud inilah menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi tantangan hidup. Sebuah harapan bukan hanya optimisme kosong, melainkan keyakinan yang didasarkan pada janji Allah yang melindungi setiap orang yang datang kepada-Nya. Berpengharapan kepada Allah memberikan ketenangan bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Mari kita datang kepada Tuhan dan menjadikan Tuhan rumah bagi kita merasakan hadirat-Nya. Mari kita tumbuhkan iman kita melalui perenungan akan kebaikan Tuhan, berdoa, membaca Firman-Nya secara teratur, bersekutu dengan sesama orang percaya, dan berlatih untuk mempercayai Tuhan Allah dalam hal-hal kecil. Amin. [LEN].

“Pakailah waktu untuk merasakan hadirat Tuhan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak